AALI
9300
ABBA
535
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1265
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1740
AGAR
370
AGII
1475
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4070
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
228
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
457.34
-0.19%
-0.86
IHSG
6113.11
-0.15%
-9.38
LQ45
859.88
-0.17%
-1.43
HSI
24500.39
1.21%
+291.61
N225
30183.96
-0.19%
-56.10
NYSE
16599.80
0.37%
+60.65
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
797,200 / gram

Raih Kepercayaan Investor, Pemerintah Tekan Kebakaran Hutan hingga 82 Persen

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Kamis, 05 Agustus 2021 09:48 WIB
Pemerintah terus memastikan komitmen terkait penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah terus memastikan komitmen terkait penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus memastikan komitmen terkait penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Asisten Deputi Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan Kemenko Marves Kus Prisetiahadi  mengatakan hal tersebut dilakukan untuk bisa menanamkan kepercayaan investor dalam menanamkan modalnya di Tanah Air.

“Kita sudah membuktikan bahwa pada 2020, terjadi penurunan (karhutla) yang signifikan. 2020 itu terendah kejadian karhutla. Itu menunjukkan komitmen serius pemerintah dan ini kami sampaikan ke investor bahwa Indonesia berhasil menangani ini," kata Kus melalui pernyataan tertulis yang diterima MNC News Portal Indonesia, Kamis (5/8/2021).

Menurutnya pada tahun 2020, luas kebakaran hutan dan lahan tercatat mencapai 296.942 hektare,  serta menurun signifikan jika dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 1.592.010 hektare.

“Penurunannya mencapai hingga 82 persen. Luas karhutla pada 2020 juga tercatat turun signifikan atau masih jauh lebih kecil dibandingkan kebakaran hutan pada tahun 2015 silam yang mencapai 2,61 juta hektare,” ujarnya.

Meski menurun drastis, Kus mengatakan Kemenko Marves juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait upaya pencegahan di wilayah rawan karhutla.

“Sebagaimana disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ada potensi karhutla kategori menengah hingga tinggi pada Agustus 2021 di wilayah Pulau Sumatera bagian tengah dan sebagian NTB dan NTT,” pungkasnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD