IDXChannel - Raksasa energi Italia, Eni, kembali menemukan cadangan gas besar di Indonesia.
Dalam siaran pers perusahaan, Senin (20/4/2026), temuan ini berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal, Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur, yang diperkirakan menyimpan sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat.
Sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman laut 2.000 meter.
Hasil pengeboran menunjukkan kolom gas signifikan pada lapisan Miosen dengan kualitas reservoir yang sangat baik. Untuk memastikan potensi produksinya, perusahaan akan melakukan uji alir (Drill Stem Test/DST).
Penemuan ini memperkuat rekam jejak eksplorasi Eni di Cekungan Kutai. Sebelumnya, perusahaan menemukan ladang raksasa Geng North pada akhir 2023, disusul sumur Konta-1 pada Desember 2025.
Rangkaian temuan ini menegaskan besarnya potensi gas di kawasan tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan skala besar.
Geliga-1 juga menjadi bagian dari strategi pengembangan terintegrasi Eni di Indonesia. Perusahaan sebelumnya telah mengambil keputusan investasi final untuk proyek Gendalo-Gandang (South Hub) serta Geng North dan Gehem (North Hub).
Khusus North Hub, proyek ini akan didukung fasilitas FPSO berkapasitas 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari, serta terhubung dengan Bontang LNG Plant.
Secara strategis, lokasi Geliga yang berdekatan dengan infrastruktur eksisting membuka peluang percepatan produksi dengan biaya lebih efisien.
Apalagi, temuan ini berdampingan dengan lapangan Gula yang belum dikembangkan, yang menyimpan sekitar 2 Tcf gas dan 75 juta barel kondensat.
Kombinasi keduanya berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1 bscfd gas dan 80.000 barel kondensat per hari, sekaligus membuka peluang pembentukan hub produksi ketiga di Cekungan Kutai.
Selain itu, Eni juga tengah mengkaji peningkatan kapasitas likuifaksi di fasilitas Bontang untuk memperpanjang umur operasionalnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi monetisasi sumber daya gas yang semakin besar di wilayah tersebut.
Dalam enam bulan terakhir, Eni telah mengebor empat sumur eksplorasi lain di cekungan yang sama. Aktivitas eksplorasi akan berlanjut dengan satu sumur tambahan pada 2026 dan dua sumur lagi pada 2027.
Blok Ganal sendiri dioperasikan Eni dengan kepemilikan 82 persen, sementara Sinopec memegang 18 persen.
Blok ini nantinya akan masuk dalam portofolio perusahaan patungan Searah, yang dibentuk bersama Petronas untuk memperkuat ekspansi di Asia Tenggara.
Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan saat ini mencatatkan produksi sekitar 90.000 barel setara minyak per hari, terutama dari lapangan Jangkrik dan Merakes di Kalimantan Timur.
Penemuan Geliga-1 diperkirakan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan gas baru di kawasan. (Aldo Fernando)