AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Restoran Rindu Alam Akan Dihidupkan Kembali, Ini Kondisi Sekarang yang Mati Suri

ECONOMICS
Putra Ramadhani/Kontri
Minggu, 17 Oktober 2021 06:57 WIB
Bangunan restoran Rindu Alam itu kini nampak kumuh dengan banyak coretan tangan-tangan jahil hampir di setiap sudut.
Bangunan restoran Rindu Alam itu kini nampak kumuh dengan banyak coretan tangan-tangan jahil hampir di setiap sudut.  (Foto: MNC Media)
Bangunan restoran Rindu Alam itu kini nampak kumuh dengan banyak coretan tangan-tangan jahil hampir di setiap sudut. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Siapa yang tak kenal dengan restoran Rindu Alam yang berada di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Tempat ini adalah legenda di kawasan wisata tersebut karena tersohor hingga pelosok negeri.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Puncak tidak afdol rasanya apabila tidak mampir ke restoran itu. Berada tepat di pinggir Jalan Raya Puncak, tempat menawarkan berbagai kuliner dengan pemandangan alam hamparan hijau kebun teh khas Puncak.

Di tengah masa kejayaannya, pada awal tahun 2020 lalu restoran tersebut tutup karena habis masa kontrak lahan. Tempat yang dulu selalu ramai oleh wisatawan itu kini hanya menjadi bangunan kosong.

Pantauan MNC Portal, eks restoran Rindu Alam itu kini nampak kumuh dengan banyak coretan tangan-tangan jahil hampir di setiap sudut. Di depan bangunan pun dijadikan lapak oleh para pedagang sayuran untuk menyimpan barang dagangan.

Melihat ke dalam, sudah tak ada lagi perabotan yang tersisa. Yang terlihat hanyalah puing-puing dari kaca yang pecah dan atap plafon yang menganga.

Sudah sekitar 1 tahun lebih bangunan tersebut kosong, kini ramai beredar kabar bahwa eks restoran Rindu Alam akan kembali 'dihidupkan'. Hal itu diamini oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sedianya akan memanfaatkan kembali kawasan itu dalam rangka pemulihan ekonomi pasca covid-19.

Di lain sisi, Pemerintah Kabupaten Bogor sedianya lebih memilih untuk menjadikan eks restoran Rindu Alam tersebut sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Dari dua rencana itu, rupanya masyarakat sekitar lebih mendukung agar eks restoran Rindu Alam kembali dibuka. Seperti diungkapkan oleh salah satu masyarakat sekitar yang juga pedagang sayuran Dudung (60) berharap tempat itu dibuka kembali.

"Saya lebih setuju dibuka lagi ya," kata Dudung kepada wartawan di lokasi, Sabtu (16/10/2021).

Karena, dengan dibuka Dudung bersama belasan pedagang sayuran lainnya bisa berjualan di sekitar lokasi Rindu Alam. Tetapi, apabila dijadikan RTH akan sulit untuk menjajakan dagangannya karena tidak ada wisatawan yang datang di lapak sayuran miliknya.

"Kalau jadi ruang terbuka hijau kita susah dagang. Tapi kalau ini buka bisa ikut jualan," ungkapnya.

Senada dengannya, salah satu wisatawan asal Srengseng Kembangan, Jakarta Barat Ani Jamhari (62) juga setuju apabila restoran Rindu Alam dibuka kembali. Tempat itu, dinilainya menjadi restoran yang sangat legendaris di kawasan Puncak.

"Dulu pernah kesini, pemandanganya bagus. Ini rumah makan yang paling tinggi saya anggap. Paling mewah, paling tinggi, paling bagus. Saya lebih setuju dibuka lagi," ucap Ani, yang akrab disapa Boy itu.

Menurutnya, sebagai wisatawan yang berkunjung ke kawasan Puncak tidak afdol rasanya jika tak mampir ke restoran ini. Oleh karena itu, restoran Rindo Alam bisa disebut sebagai salah satu ikon di Puncak.

"Dulu gak afdol kalau ke Puncak gak ke sini (Rindu Alam), Masjid Attaawun sama Puncak Pass. Belum disebut ke Puncak kalau belum ke situ," tutupnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD