IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menekankan Indonesia tidak perlu melakukan impor pangan apabila stok yang tersedia dalam jumlah surplus. Pernyataan ini merespons keputusan Presiden Prabowo Subianto yang membuka keran impor susu dan daging sapi asal Prancis.
Namun, Budi menekankan tawaran penjualan komoditas apapun termasuk pangan dari negara lain sah-sah saja.
"Pada prinsipnya kan, kalau kita (stok pangan nasional) surplus, ya kita enggak impor. Jadi yang namanya orang jualan kan, setiap negara juga punya produk yang ditawarkan ke negara lain," kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Kamis (4/6/2026).
Meski demikian, keran impor komoditas pangan tetap dibuka oleh pemerintah. Hal ini tak terlepas dari bagaimana negara menjaga ketahanan pangan, entah yang berasal dari kekuatan domestik maupun tambahan dari impor.
"Tapi kan kita (impor pangan) sesuai kebutuhan, kalau misalnya kita surplus, kita masukkan strategi sehingga cukup enggak perlu impor," katanya.
Dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Perancis pada pekan lalu, Presiden Emmanual Macron mengapresiasi langkah Indonesia membuka impor susu dan daging sapi seiring dengan strategi ketahanan pangan Indonesia, yang berkorelasi pada perbaikan kualitas pangan bagi masyarakat.
"Saya ingin mengatakan kepada Anda, Presiden Prabowo, betapa senangnya kami atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor susu dan daging sapi kami, yang juga mendukung strategi kedaulatan pangan Anda, ambisi Anda untuk meningkatkan kualitas pangan rakyat Indonesia," ujar Macron dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (29/5/2026).
(NIA DEVIYANA)