Sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi risiko volatilitas nilai tukar, BI juga terus mendorong penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam perdagangan dan investasi bilateral.
Saat ini, kerja sama LCT telah dijalankan dengan sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.
Menurut Destry, pemanfaatan LCT terus meningkat. Hingga April 2026, nilai transaksi melalui skema tersebut telah mencapai sekitar USD22,7 miliar, mendekati realisasi sepanjang 2025 yang sebesar USD25,7 miliar.
"Diversifikasi transaksi perdagangan melalui skema LCT ini terus mengalami peningkatan. Pada April mencapai sekitar USD22,7 miliar dibandingkan realisasi sepanjang tahun lalu sekitar USD25,7 miliar," katanya.
Meski rupiah mengalami tekanan, BI menilai pergerakan tersebut masih sejalan dengan tren pelemahan mata uang di kawasan. Secara year-to-date (YTD), rupiah tercatat melemah sekitar 7,44 persen.