AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19567.55
-2.18%
-435.89
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Selama 2021, PPATK Sumbang Pendapatan Pajak Negara hingga Rp13 Miliar

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Selasa, 21 Desember 2021 11:42 WIB
Sepanjang tahun 2021, Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara dari sektor pajak.
Selama 2021, PPATK Sumbang Pendapatan Pajak Negara hingga Rp13 Miliar. (Foto: MNC Media)
Selama 2021, PPATK Sumbang Pendapatan Pajak Negara hingga Rp13 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sepanjang tahun 2021, Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara dari sektor pajak. Tercatat, sumbangan yang dihasilkan dari PPATK mencapai Rp13 miliar.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mencatat selama periode Januari sampai Agustus 2021, PPATK telah menyampaikan 115 Hasil Analisis drngan 41 hasil informasi kepada Kementerian Keuangan, yang membuat pendapatan pajak meningkat.

“Terkait indikasi dugaan tindak pidana di bidang perpajakan, kami sepanjang januari hingga agustus 2021, penyampaian ini telah berhasil meningkatkan pendapatan pajak sebanyak Rp13.727.693.087,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam Konfrensi Pers Refleksi Akhir Tahun, Selasa (21/12/2021). 

Ivan menuturkan untuk potensi penerimaan negara sebanyak Rp665.393.097.720, dan hal tersebut sebagai bukti dalam komitmen membantu pemerintah.

“Tak hanya itu, Selama tahun 2021, PPATK telah melaksanakan 19 (sembilan belas) kegiatan audit khusus melalui mekanisme joint audit dengan LPP terhadap berbagai pihak pelapor,” urainya.

Adapun kegitan aydit tersebut meliputi kelompok Penyedia Jasa Keuangan (Bank, pedagang valuta asing, penyelenggara transfer dana, perusahaan berjangka komoditi dan dana pensiun) dan kelompok profesi (Akuntan Publik dan Notaris).

“Era pandemi memberikan tantangan dan ancaman serta dinamika yang besarserta kompleks, berbeda jika dibandingkan dengan era normal sebelum covid 19 melanda dunla, Hal yang sama terjadi pada upaya pemberantasan TPPU PT di Indonesia,” tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD