AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4330
ACES
620
ACST
187
ACST-R
0
ADES
7325
ADHI
745
ADMF
8250
ADMG
166
ADRO
4120
AGAR
294
AGII
2210
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
106
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
314
ALDO
670
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
168
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.38
0.16%
+0.84
IHSG
7085.87
0.15%
+10.49
LQ45
1012.78
0.11%
+1.14
HSI
18031.15
-0.31%
-56.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Sentimen Negatif Covid-19 Menurun, Konsumsi Diprediksi Meningkat di 2022

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Rabu, 09 Februari 2022 11:56 WIB
Meski di tengah Covid-19, perekonomian Indonesia di tahun 2022 akan terus mengalami kenaikan dan rebound.
Meski di tengah Covid-19,  perekonomian Indonesia di tahun 2022 akan terus mengalami kenaikan dan rebound.  (Foto: MNC Media)
Meski di tengah Covid-19, perekonomian Indonesia di tahun 2022 akan terus mengalami kenaikan dan rebound. (Foto: MNC Media)

IDXChannel — Pakar Branding sekaligus Founding Chairman Indonesia Industry Outlook Yuswohady mengatakan hasil penelitiannya bahwa meski di tengah pandemi Covid-19 perekonomian Indonesia di tahun 2022 akan terus mengalami kenaikan dan rebound. 

Yuswohady menilai Persepsi publik tentang virus omicron yang tidak lebih menular dan lebih mematikan dibanding varian Delta  membuat konsumsi publik atau masyarakat lebih optimis dan siap hidup berdampingan dengan COVID-19 khususnya varian Omicron.

"Dengan konsumen yang kian optimis di tahun ini  terhadap bakal berakhirnya pandemi, maka ini merupakan modal berarti bagi ekonomi Indonesia untuk bisa mulai rebound di tahun 2022 ini," kata Pakar sekaligus Founding Chairman Indonesia Industry Outlook (IIO) Yuswohady dalam webinar virtual, Rabu (9/2/2022). 

Yuswohady membeberkan Alasan tahun 2022 menjadi tahun yang rebound kerena dari 75 persen hasil penelitian yang ia lakukan bahwa pandemi Covid-19 akan selesai di pertengahan tahun 2022.

“Ketika sudah selesai pandeminya maka masyarakat atau konsumen mulai spending, maka toko-toko akan buka, industri akan buka, pegawai gajinya bagus dan itu misal beli mobil, beli kulkas dan lainnya. spending jadi itu siklus pemulihan ekonomi jadi konfidensi adalah kunci,” urainya.

Dengan begitu, optimisme masyarakat terhadap prospek perekonomian sangat tinggi. Artinya di tahun 2022 ini konsumen Indonesia sudah siap untuk beraktivitas kembali seperti sebelum pandemi dan mulai berani melakukan spendingtermasuk untuk durable goods dan barang bernilai besar.

“Berdasarkan hasil riset Inventure-Alvara ,Survei ini menemukan, sebanyak 66,5% responden merasa yakin kondisi keuangan akan pulih pada pertengahan tahun 2022. Demikian pula terkait selesainya pandemi, sebanyak 74,8% responden yakin pandemi bakal berakhir di pertengahan tahun 2022,” pungkasnya. 

Sementara dari hasil digital monitoring Inventure-Ivosights menunjukkan sentiment negative terkait COVID-19 menurun dari 18% menjadi 16%.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD