AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Setelah Sinovac, Kemenkes Kaji Efektivitas Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm

ECONOMICS
Rizky Pradita/Okezone
Rabu, 12 Mei 2021 22:01 WIB
Setelah vaksin Sinovac, Litbangkes Kementerian Kesehatan akan mengkaji efektivitas AstraZeneca dan Sinopharm.
Setelah vaksin Sinovac, Litbangkes Kementerian Kesehatan akan mengkaji efektivitas AstraZeneca dan Sinopharm. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Setelah vaksin Sinovac, Litbangkes Kementerian Kesehatan akan mengkaji efektivitas AstraZeneca dan Sinopharm

Hal ini diungkapkan langsung oleh Pandji Dewantara selaku ketua tim peneliti Litbangkes. Pandji menuturkan, penelitian dengan metode kajian cepat seperti yang dilakukan terhadap vaksin Sinovac juga dilakukan untuk jenis vaksin lainnya, terutama yang akan digunakan untuk vaksinasi bagi masyarakat umum.    

“Nanti kita ada beberapa penelitian yang berlangsung dalam kaitannya untuk mengukur efektivitas jenis-jenis vaksin lainnya seperti AstraZeneca dan Sinopharm. Saat ini dalam proses untuk melakukan studi dalam beberapa jenis vaksin lain,” ujar Pandji, dalam gelaran konferensi pers  daring “Efektivitas Vaksin Sinovac terhadap Tenaga Kesehatan” Rabu (12/5/2021).    

Selain akan meninjau efektivitas vaksin AstraZeneca dan Sinopharm, Pandji menambahkan pada sepanjang 2021 ini, ada beberapa topik penelitian terkait vaksinasi yang sedang dikerjakan oleh Litbangkes. Mulai dari kajian tengan durasi proteksi vaksin hingga menyangkut soal manajemen pelaksanaaan program vaksinasi itu sendiri. 

“Tahun ini ada beberapa topik penelitian, misalnya soal durasi proteksi seberapa lama vaksin bisa berikan perlindungan. Lalu tipe antibodi dalam kelompok individu yang belum dan yang sudah divaksin. Selain itu juga terkait dengan manajemen vaksinasi, soal logistik, distribusi vaksin dan faktor apa saja yang jadi tantangan di lapangan,” pungkas Pandji.   (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD