AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Setuju Minyak Goreng Curah Disetop, Pedagang Pasar Slipi: Untung Sedikit, Kurang Laku

ECONOMICS
Dimas Choirul
Senin, 29 November 2021 14:18 WIB
Pedagang di Pasar Slipi Jaya menyambut baik terkait kebijakan ditariknya minyak goreng curah dari pasaran.
Setuju Minyak Goreng Curah Disetop, Pedagang Pasar Slipi: Untung Sedikit, Kurang Laku (Dok.MNC Media)
Setuju Minyak Goreng Curah Disetop, Pedagang Pasar Slipi: Untung Sedikit, Kurang Laku (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah mulai melarang penjualan minyak curah pada 1 Januari 2022 mendatang. Kebijakan ini direspon positif oleh sejumlah pedagang di Pasar Slipi Jaya, Jakarta Barat. 

Salah satunya, Syawal (65), pria yang sudah berdagang lebih dari 30 tahun itu menyutuji adanya larangan penjualan minyak curah. Alasan utamanya, untuk menjaga kebersihan.

"Bagus ya untuk menjaga kebersihan," ungkapnya saat ditemui wartawan, Selasa (29/11/2021).

Lagi pula, kata Syawal, saat ini sudah tidak ada lagi warga yang membeli minyak curah. Di mana, harga yang ditawarkan juga tidak beda jauh dengan minyak kemasan.

"Mendingan kemasan, bayangkan saja kan itu sekilo sudah Rp20 ribu (minyak curah), sekarang yang minyak kemasan ada yang Rp19 ribu dan Rp 20 juga. Jadi ya mending yang kemasan aja," jelasnya.

Di samping itu, Syawal juga mengungkapkan perputaran uang dari bisnis berjualan minyak curah juga lambat. Terlebih sebelum pandemi Covid-19 saja, penjualan minyak curah di lapaknya juga mengalami kenaikan

"Soalnya saya dari sebelum Covid langganan beginian sudah jarang. Jadi ya kurang lakunya, yang curah," ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan larangan penjualan minyak goreng curah akan diterapkan mulai 1 Januari tahun 2022. Dengan begitu, hanya minyak goreng kemasan saja yang diizinkan beredar di pasaran.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, kebijakan tersebut ditetapkan karena harga minyak goreng curah sangat mudah terdampak ketika ada kenaikan harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

"Untuk ini pemerintah mengantisipasi dengan mewajibkan peredaran minyak goreng kemasan. Tidak diizinkan lagi, mulai 1 Januari 2022, minyak goreng diedarkan dalam keadaan curah," ujar Oke dalam webinar yang digelar Indef, Rabu (24/11/2021).

Berbeda dengan minyak goreng curah, kata Oke, minyak goreng kemasan harganya relatif terkendali karena bisa diproduksi terlebih dahulu dan disimpan dalam jangka panjang. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD