AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
837,181 / gram

Siapa Tan Paulin? yang Bikin Menteri ESDM dan Komisi VII DPR Ribut

ECONOMICS
Athika Rahma
Sabtu, 15 Januari 2022 12:56 WIB
Nama Tan Paulin mencuat dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Ia disebut ‘ratu batu bara’ dari Kalimantan.
Siapa Tan Paulin? yang Bikin Menteri ESDM dan Komisi VII DPR Ribut (FOTO: MNC Media)
Siapa Tan Paulin? yang Bikin Menteri ESDM dan Komisi VII DPR Ribut (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Nama Tan Paulin mencuat dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Ia disebut ‘ratu batu bara’ dari Kalimantan.

Anggota DPR Komisi VII Muhammad Nasir mengatakan, Tan Paulin adalah 'ratu batu bara' yang menguasai tambang batu bara di Kalimantan Timur secara ilegal. Dirinya juga meminta agar Tan Paulin segera ditangkap.

Lantas, siapa sebenarnya sosok 'ratu baru bara' ini?

Sebenarnya, jejak digital Tan Paulin tidak begitu banyak. Namun, mengutip beberapa sumber, Sabtu (15/1/2022), Tan Paulin pernah tercatut kasus penipuan investasi di tahun 2016.

Hal itu, bermula dari gugatan Komisaris PT Energy Lestari Sentosa (ELS), Eunike Lenny Silas, terhadap H Abidinsyah, Donny Sugiarto, dan Tan Paulin, yang dijuluki sebagai tiga serangkai jaringan mafia tambang di Kaltim. Gugatan ditujukan karena Lenny mengaku rugi hingga Rp 500 miliar.

Kasus bermula ketika Lenny menggelontorkan investasi miliaran rupiah kepada Donny, dengan jaminan sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP). Padahal, Donny tidak memiliki usaha tambang dan pemilik sesungguhnya sebenarnya H Abidinsyah.

Abidinsyah yang juga pemilik tambang batubara PT Sungai Berlian Bhakti di Berau dan CV Sungai Berlian Jaya kemudian ditangkap Bareskrim Mabes Polri.

Sementara tersangka lainnya, Donny Sugiarto Lauwani, melarikan diri dan menjadi buron Interpol serta masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), Mabes Polri. Sedangkan, Tan Paulin belum tersentuh jerat hukum, meski sudah dilaporkan ke Mabes Polri.

Lama tak terdengar, pada Desember 2021, nama Tan Paulin kembali muncul ke permukaan. Dirinya dicatut karena menutup jalan menuju lokasi tambang PT Batuah Energi Prima (BEP).

Tan Paulin disebut memiliki masalah dengan direktur PT BEP, sehingga dirinya memerintahkan penutupan jalan. Hal ini memicu protes dari ratusan pekerja BEP di Polres Kutai Kartanegara.

Belakangan diketahui, Tan Paulin tidak memiliki tambang batu bara. Kuasa Hukum Tan Paulin Wisi Aseno mengatakan, dirinya hanyalah trader.

"Untuk diketahui, Tan Paulin tidak punya tambang batu bara koridor di Kaltim ini. Kalau dia sebagai trader itu benar, tetapi dia tidak ada memiliki tambang batu bara koridor di Kaltim ini,” kata Wisi Aseno. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD