AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Siber Polri Gandeng FBI Kerja Sama Investigasi Penjahat Siber Internasional

ECONOMICS
Ari Sandita
Minggu, 05 Desember 2021 10:28 WIB
Dittipid Siber Polri bertemu The Federal Bureau of Investigation (FBI) di FBI Headquarter, Washington DC untuk ungkap jaringan penjahat siber internasional.
Siber Polri Gandeng FBI Kerja Sama Investigasi Penjahat Siber Internasional (Dok.MNC Media)
Siber Polri Gandeng FBI Kerja Sama Investigasi Penjahat Siber Internasional (Dok.MNC Media)

IDXChannel -Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Polri bersama Kemenkumham RI melakukan pertemuan dengan pihak The Federal Bureau of Investigation (FBI) di FBI Headquarter, Washington DC. Pertemuan membahas pengungkapan jaringan pelaku kejahatan siber internasional yang melibatkan beberapa negara.

Delegasi Siber Polri dipimpin langsung oleh Direktur Tipidsiber, Brigjend Pol Asep Edi Suheri. Pertemuan yang dilakukan pada Selasa 30 November 2021 itu diterima oleh pejabat FBI Cyber Division dan perwakilan dari FBI Local Office Washington DC.

"Dalam pertemuan ini dibahas tindak lanjut kerjasama pengungkapan jaringan pelaku kejahatan siber internasional yang melibatkan beberapa negara," kata Brigjend Asep dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/12/2021). 

Selain membahas tentang kasus hacking yang sedang ditangani, pertemuan tersebut juga membahas tentang model ancaman siber yang terjadi di masing-masing negara. Hal itu bertujuan untuk membuka upaya kerja sama dalam sejumlah penanganan kasus yang  pelaku maupun korbannya berasal dari Indonesia maupun Amerika Serikat dan negara-negara lain.

"Dalam pertemuan ini juga dibahas tentang keberhasilan pengungkapan dan penangkapan pelaku penjualan hacking tools yang digunakan untuk meretas akun-akun pengguna aplikasi startup internasional," jelasnya. 

Brigjen Asep menyebut praktik penjualan alat atau kode peretasan ini menyasar lebih dari 70.000 akun yang tersebar di 43 negara. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, kerugian yang ditimbulkan akibat kejahatan ini sudah menembus angka Rp 27 miliar.

"Meskipun demikian, jumlah uang maupun korban masih mungkin bertambah seiring dengan hasil pengembangan perkara," jelasnya. 

Brigjend Asep menyebut Dittipid Siber Bareskrim Polri sejauh ini telah melakukan pemeriksaan beberapa korban yang berada di beberapa negara bagian Amerika Serikat, seperti New York, Washington DC dan Los Angeles. 

"Kegiatan ini juga didukung oleh FBI dan KJRI di masing-masing negara bagian, terutama terkait dengan koordinasi teknis pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Siber Polri," pungkasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD