AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Silmy Karim Sebut Proyek Blast Furnance Dilirik Lima Investor Asing

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 13 Mei 2022 19:58 WIB
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, (KRAS) Silmy Karim proyek pabrik besi baja atau blast furnace dilirik oleh lima investor asing.
Silmy Karim Sebut Proyek Blast Furnance Dilirik Lima Investor Asing. (Foto: MNC Media)
Silmy Karim Sebut Proyek Blast Furnance Dilirik Lima Investor Asing. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, (KRAS) Silmy Karim proyek pabrik besi baja atau blast furnace dilirik oleh lima investor asing. Komitmen kerja sama ini akan direalisasikan pada 2022 ini. 

Meski begitu, Silmy enggan merinci lebih jauh asal negara dari lima strategic partner tersebut. Menurutnya, kelima investor ini merupakan perusahaan kenamaan di Asia. 

Adapun komitmen kemitraan ini dibangun melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang direncanakan disepakati tahun ini. Di mana, dua investor dijadwalkan menyepakati MoU pada Mei mendatang. Sementara, tiga investor lainnya pada Juli tahun ini.

"Rencananya Mei ini ada MoU, ada dua perusahaan, dan tiganya kurang lebih di Juli, MoU itu kita sepakat, masuk due diligence (uji tuntas)," ungkap Silmy kepada Wartawan, Jumat (13/5/2022). 

Manajemen emiten baja pelat merah ini memang menawarkan investasi blast furnace kepada sejumlah investor asing. Namun hanya 10 saja yang memberi respon. Dari 10, hanya lima investor yang menyatakan ketertarikannya. 

Silmy menilai investor yang dibidik merupakan perusahaan potensial di negaranya masing-masing. 

"Kita tawarkan ke beberapa potensial partner, bahkan yang kita tawarkan itu lebih dari itu, cuman 10 yang mereply, menjawab dari 10 yang menjawab itu lima menyampaikan komitmennya, sekarang melakukan preliminary due diligence," ungkap dia. 

Silmy optimis blast furnace akan segera beroperasi bila kemitraan sudah berjalan. Selain itu, manajemen juga perlu menambahkan satu fasilitas lagi. 

"Itu kan harus ada investasi tambahan. Tinggal tambahan satu fasilitas, namanya BOF, sebenarnya ini fasilitas, itu kan ada besi cair, itu ditampung, kemudian dimurnikan, lalu ditambahkan nikel atau unsur-unsur tertentu dalam menghasilkan yang tadi," gumam dia. 

Upaya menyelesaikan blast furnace sudah diupayakan Menteri BUMN Erick Thohir. Silmy mencatat langkah strategis yang dilakukan Erick baik di sisi komersial dengan mencari mitra bisnis dan melihat permasalahan proyek dari aspek hukumnya. 

"Ada dua hal dalam proyek blast furnace, pertama menyelesaikan dari sisi komersial yaitu mencari partner. Kedua adalah dalam kontek penegakan hukum," ungkal Silmy dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD