AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Sri Mulyani Klaim Penerimaan Pajak Sektor Pertambangan Tembus 296,3 Persen

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Kamis, 23 Juni 2022 20:45 WIB
Kemenkeu melaporkan bahwa kinerja penerimaan pajak Januari-Mei secara umum dipengaruhi oleh adanya kenaikan harga komoditas.
Sri Mulyani Klaim Penerimaan Pajak Sektor Pertambangan Tembus 296,3 Persen
Sri Mulyani Klaim Penerimaan Pajak Sektor Pertambangan Tembus 296,3 Persen

IDXChannel - Kementerian Keuangan melaporkan bahwa kinerja penerimaan pajak Januari-Mei secara umum dipengaruhi oleh adanya kenaikan harga komoditas, pemulihan ekonomi dan dampak kebijakan sektor perpajakan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerimaan pajak (tanpa kepabeanan dan cukai) tercatat Rp 705,8 triliun hingga akhir Mei 2022. Melonjak 53,6% dibandingkan Januari-Mei 2021 dan sudah 55,8% dari target.

Dari sisi sektor usaha, pertumbuhan penerimaan pajak paling tinggi dialami oleh sektor pertambangan. Pada enam bulan pertama 2022, setoran pajak dari sektor ini meroket 296,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dari sisi sektoral, pemulihan ekonomi cukup merata di semua sektor. Pertambangan outlier, kenaikan dari pajak pertambangan mendekati 296% sendiri pertumbuhannya. Itu suatu pembalikan ekstrem dibandingkan tahun lalu pertambangan kontraksi 9,6%," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita periode Juni 2022, Kamis (23/6/2022).

Selain itu, yang menarik dari pertumbuhan sektoral ini adalah sektor Konstruksi dan Real Estat. Memang kontribusinya hanya 4,2% namun multiplier nya luar biasa terhadap perekonomian Indonesia dari sisi penciptaan kerja dan lainnya.

Namun di luar pertambangan, lanjut Sri Mulyani, pertumbuhannya pun tidak kecil bahkan semua double digit. Sektor perdagangan tumbuh 72,1% pada Januari-Mei 2022.

Kemudian sektor industri pengolahan naik 50,7%, informasi dan komunikasi tumbuh 23,1%, dan jasa perusahaan naik 22%.

Sektor perdagangan tumbuh 72,1% bahkan bulan Mei tumbuhnya 118%. "Ini menunjukkan selama Covid pun waktu kemarin terjadinya omicron, perdagangan masih resilient dengan pertumbuhan stabil," ujarnya.

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD