AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Sri Mulyani Sebut Perubahan Iklim Bikin Cari Kerja Kian Sulit

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Selasa, 30 November 2021 12:50 WIB
Sri Mulyani menyebutkan semua negara tengah mengantisipasi perubahan iklim yang bakal menjadi masalah serius di dunia.
Sri Mulyani Sebut Perubahan Iklim Bikin Cari Kerja Kian Sulit
Sri Mulyani Sebut Perubahan Iklim Bikin Cari Kerja Kian Sulit

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan semua negara tengah mengantisipasi perubahan iklim yang bakal menjadi masalah serius di dunia. Hal ini bisa mengancam kehidupan manusia hingga mencari pekerjaan bakal sulit.

"Hal ini juga menjadi prioritas para pembuat kebijakan di seluruh dunia, meningkatnya suhu dunia yang mengancam kehidupan manusia dan juga mata pencaharian yang susah dan oleh karena itu komitmen untuk mencegah perubahan iklim dengan mencegah peningkatan suhu dunia juga akan diterjemahkan atau terpengaruh secara langsung," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (30/11/2021).

Menurutnya industri migas juga dihadapkan pada tantangan perubahan iklim. Untuk itu, Indonesia sedang bertransformasi menuju net zero emission atau netral karbon, sehingga ini akan berpengaruh pada kebijakan di sektor migas.

"Ada tantangan di sektor migas, di sisi lain perubahan iklim jadi concern dan menjadi prioritas pembuat kebijakan dunia," jelasnya.

Dia menambahkan pemerintah sudah meningkatkan atau mendorong peningkatan investasi serta produksi minyak dan gas. 

"Kedua kebijakan ini tentunya memberikan menu bagi investor sesuai dengan selera risikonya," katanya.

Saat ini, pemerintah cukup ambisius untuk melaksanakan reformasi struktural di berbagai sektor guna mendorong pemulihan ekonomi.

"Jadi bagi kita untuk dapat terus mengelola dan membangun kerangka kebijakan yang kredibel yang kuat akan menjadi sangat penting," tandasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD