AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Startup Majoo Raih Pendanaan Rp149 Miliar

ECONOMICS
Viola Triamanda/MPI
Selasa, 16 Agustus 2022 06:50 WIB
Startup aplikasi wirausaha Majoo, mengumumkan pendanaan putaran pertama seri A senilai USD10 Juta atau setara dengan Rp149 Miliar.
Startup Majoo Raih Pendanaan Rp149 Miliar (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
Startup Majoo Raih Pendanaan Rp149 Miliar (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Startup aplikasi wirausaha Majoo, mengumumkan pendanaan putaran pertama seri A senilai USD10 Juta atau setara dengan Rp149 Miliar. Putaran pendanaan Seri A dipimpin oleh investor teknologi global dengan partisipasi dari deretan investor prominent lainnya seperti BRI Ventures, AC Ventures, Quona Capital dan Xendit.

Melalui pendanaan ini, aplikasi wirausaha majoo akan terus melanjutkan misi jangka panjang untuk terus menghadirkan inovasi serta teknologi komprehensif dan menjadikannya sebagai solusi end to end SaaS terlengkap, dengan menghadirkan satu aplikasi banyak fungsi, satu harga untuk semua kebutuhan wirausaha, fitur majoo mulai dari kasir online, pencatatan inventory, pengelolaan karyawan termasuk pencatatan absensi, pencatatan komisi, hingga penggajian bisa diatur secara otomatis untuk UMKM Indonesia yang kemudian akan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis UMKM di Indonesia.

“Dengan pendanaan ini, majoo akan terus memperluas pasar di Indonesia, dengan menawarkan solusi komprehensif untuk UMKM dalam menjalankan operasional bisnis dan membantu menumbuhkan bisnis mereka” ucap Founder & CEO majoo Indonesia, Adi Wahyu Rahadi melalui keterangan resminya, Senin (15/8/22). 

Dia melanjutkan, pendanaan ini menandai fase pertumbuhan baru bagi perusahaan, dengan dukungan dari investor papan atas dengan portfolio global, seperti BRI Ventures, AC Ventures, Quona Capital dan Xendit. 

"Para investor, tidak hanya menyediakan pendanaan bagi majoo untuk melanjutkan misi perusahaan kedepan, tetapi juga memberikan arahan dan dukungan strategi bagi bisnis majoo sehingga bisa memaksimalkan dan memperkuat posisi majoo di Industri SaaS.” jelasnya. 

Fokus utama majoo setelah pendanaan seri A adalah untuk terus berinvestasi pada produk dan talenta demi hadirkan solusi dan layanan terdepan untuk UMKM Indonesia. Tak hanya itu, majoo akan mendorong akselerasi dari visi perusahaan untuk memperkuat posisi majoo di market dengan memperkaya ekosistem majoo dengan kerjasama dari berbagai sektor industri strategis, seperti jasa keuangan, e-commerce, dan layanan lainnya.

Founder & Managing Partner, AC Ventures  Adrian Li mengatakan bahwa majoo berada di garis depan teknologi yang memberdayakan UMKM untuk muncul lebih kuat dari pandemi karena konsumen dan bisnis merangkul kebiasaan konsumsi digital. Selain itu, retensi 12 juta pelanggan mereka lebih dari 80% menunjukkan betapa berharganya platform majoo bagi para pengguna.

"Sebagai thesis-driven investor, tim pendiri majoo, product-market fit yang jelas, dan metrik pertumbuhan yang melonjak selama masa pergolakan pasar membuat kami bangga menjadi investor institusi pertama mereka. Kami sangat senang bergabung dengan majoo karena majoo terus memberdayakan 64 juta UMKM di negara ini.” tambahnya. 

Sementara itu, partners Quona Capital Dan Bertoli, mengatakan pencapaian majoo sejak Quona memimpin babak pra-seri A dinilai sangat mengesankan. 

"Kami sangat senang dan tertarik dengan produk yang majoo, yakni fitur pembayaran dan layanan dukungan yang dikembangkan sendiri dan fitur ini adalah yang terbaik di pasar. Kami yakin majoo akan menjadi yang terdepan untuk layanan POS di Indonesia.” ucapnya. 

Lebih lanjut, CEO BRI Ventures, Nicko Widjaja percaya diri bahwa value sinergi majoo dan BRI sebagai financial institution MSME terbesar di Indonesia akan membantu digitalisasi MSME di Indonesia dengan layanan majoo dan BRI. 

“Hal ini sejalan dengan komitmen BRI Ventures untuk terus mendorong inklusi keuangan di Indonesia di era digital ini dan menciptakan pemberdayaan SME yang berkelanjutan.” tutupnya. 

Hingga Juli 2022, aplikasi wirausaha majoo menunjukkan adanya product market fit dengan berhasil merangkul 35,000 pelaku usaha dari seluruh Indonesia. Sejak peluncurannya, majoo mencatatkan akumulasi nilai transaksi sebesar 166 juta transaksi UMKM atau setara dengan $940 Juta. Tumbuh lebih dari 800% sejak pandemi, majoo berfokus untuk membuka potensi UMKM Indonesia lebih besar dengan menyediakan lebih banyak produk, memperluas jangkauan pelanggan, dan memulai kemitraan untuk mempercepat penetrasi pasar. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD