sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Streamlining BUMN Transportasi Dinilai Penting untuk Perkuat Layanan Publik dan Efisiensi Logistik

Economics editor Nia Deviyana
09/08/2026 03:00 WIB
Penyederhanaan struktur atau streamlining BUMN transportasi dinilai tidak boleh berhenti pada penyederhanaan struktur dan proses bisnis.
Streamlining BUMN Transportasi Dinilai Penting untuk Perkuat Layanan Publik dan Efisiensi Logistik. Foto: iNews Media Group.
Streamlining BUMN Transportasi Dinilai Penting untuk Perkuat Layanan Publik dan Efisiensi Logistik. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Penyederhanaan struktur atau streamlining BUMN transportasi dinilai tidak boleh berhenti pada penyederhanaan struktur dan proses bisnis. Transformasi tersebut harus menghasilkan layanan publik yang semakin andal sekaligus mendorong biaya logistik yang lebih efisien.

BUMN transportasi memegang peran penting dalam mengelola konektivitas nasional, mulai dari pelabuhan dan bandara hingga jalan tol. Karena itu, efisiensi di tingkat perusahaan perlu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha, terutama melalui peningkatan kualitas layanan serta kelancaran mobilitas orang dan barang. 

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, mengatakan strategi streamlining pada BUMN transportasi merupakan langkah yang relevan karena sejalan dengan fungsi utama BUMN sebagai penyedia layanan bagi masyarakat. Menurutnya, efisiensi korporasi dapat berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan apabila didukung oleh tata kelola yang kuat dan strategi transformasi yang tepat.

“Streamlining di BUMN pelayanan publik itu menjadi keniscayaan, sebab salah satu fungsi utama BUMN adalah untuk public services. Dengan pola tersebut akan tercipta pelayanan publik yang andal dan tingkat kepuasan publik yang tinggi. Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh kiprah bisnis dari BUMN tersebut yang menunjukkan kinerja korporasi yang terus membaik,” kata Tulus, dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Tulus, keberhasilan streamlining BUMN akan tercermin dari kinerja keuangan yang sehat dan peningkatan manfaat bagi masyarakat. Indikator keberhasilan dapat dilihat dari peningkatan kepuasan pengguna, percepatan layanan pengaduan, serta penguatan kinerja keuangan yang berdampak pada kontribusi kepada negara.

Tulus juga menilai konsolidasi BUMN pada sektor strategis merupakan kebijakan yang dapat diterapkan selama tetap memperhatikan kepentingan publik. Menurutnya, untuk sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak, keberadaan BUMN dengan skala besar dapat menjadi instrumen negara dalam menjaga keterjangkauan tarif, ketersediaan layanan, dan keandalan infrastruktur.

Namun demikian, dia menekankan pentingnya memastikan efisiensi yang dicapai tidak justru meningkatkan beban masyarakat.

“Aspek yang harus dimitigasi adalah efisiensi biaya produksi dari BUMN tersebut, sehingga publik tidak harus menanggung biaya yang tidak seharusnya dibebankan. Dalam jangka menengah, transformasi ini seharusnya dapat mendorong penurunan biaya logistik yang kemudian berdampak pada masyarakat sebagai pengguna akhir,” ucap Tulus.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kehadiran Danantara menjadi momentum perubahan paradigma pengelolaan BUMN. 

“BUMN didorong untuk semakin kompetitif melalui inovasi, efisiensi, dan peningkatan kualitas layanan, bukan sekadar mengandalkan status sebagai perusahaan negara,” kata Dony.

Diketahui, Danantara tengah melakukan transformasi BUMN, tidak terkecuali pada klaster Pelayanan Publik, Transportasi & Konektivitas. Beberapa diantaranya seperti InJourney Airports (PT Angkasa Pura Indonesia), Pelindo (PT Pelabuhan Indonesia),  PT Jasa Marga Tbk, dan sejumlah BUMN terkait lainnya.

Melalui koordinasi terpusat Danantara Indonesia, ketiga BUMN tersebut memperkuat sinergi melalui penyederhanaan struktur, penguatan tata kelola, optimalisasi bisnis dan aset, percepatan digitalisasi, dan penguatan sumber daya manusia.

Pada sektor pelabuhan, Pelindo melakukan corporate streamlining melalui pengurangan duplikasi fungsi, standardisasi layanan, serta penguatan integrasi operasional. Sementara itu, InJourney Airports memperkuat efisiensi melalui pengelolaan pembiayaan yang lebih terintegrasi, termasuk restrukturisasi yang berkontribusi terhadap penurunan beban bunga sekitar 10% secara tahunan.

Di sektor jalan tol, Jasa Marga memperkuat transformasi berbasis penciptaan nilai melalui digitalisasi dan peningkatan kualitas layanan. Inisiatif seperti Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV real-time serta aplikasi Travoy yang telah mencapai lebih dari 1,3 juta unduhan menjadi contoh bagaimana teknologi menghubungkan efisiensi operasional dengan pengalaman pengguna.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement