AALI
9825
ABBA
390
ABDA
0
ABMM
1435
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2970
ADHI
1040
ADMF
7700
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
320
AGII
1485
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
179
AHAP
76
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4180
AKSI
414
ALDO
965
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23466.39
-1.26%
-300.30
N225
27924.96
-0.37%
-104.61
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Sulit Diberantas, 78 Persen Server Pinjol Ilegal Ada di Luar Negeri

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Kamis, 01 Juli 2021 06:41 WIB
Sebanyak 78 persen server pinjaman online berada di luar negeri.
Sebanyak 78 persen server pinjaman online berada di luar negeri. (Foto: MNC Media)
Sebanyak 78 persen server pinjaman online berada di luar negeri. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sebanyak 78 persen server pinjaman online berada di luar negeri. Bahkan berdasarkan data Kementrian Kominfo, sebanyak 44 persen server fintech peer 2 peer lending (P2P) ilegal tidka diketahui keberadaannya di negara mana.

Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L. Tobing mengatakan, hal ini menjadi salah satu kendala dalam upaya pemberantasan pinjol ilegal.

“Kebanyakan servernya tidak ada di Indonesia. Ada 22 persen saja di Indonesia, 44%  tidak diketahui karena penawarannya bisa melalui medsos, sms, atau pribadi. Ada juga dari Amerika, Singapura, Cina, dll. Bagaimana mungkin mereka melakukan kegiatan dengan pusat di luar negeri, tapi di Indonesia mereka punya debt collector atau kantor-kantor untuk melakukan penagihan,” ungkap Tongam di Jakarta, Rabu (30/6/2021).

Dia menghimbau agar masyarakat hati-hati terhadap penawaran pinjol ilegal. Setiap penawaran melalui sms dipastikan ilegal. Sebab, fintech legal dilarang memasarkan dalam bentuk SMS atau Whatsapp.

“Yang paling bahaya adalah penyebaran data pribadi peminjam. Pada pinjol ilegal ini meminta akses semua data dan kontak di HP. Pada saat mengizinkan, di situlah muncul kelemahan kita. Data-data akan digunakan pada saat pinjaman jatuh tempo. Mereka akan melakukan teror, intimidasi, dan ancaman,” paparnya.

Maraknya kasus pinjol ilegal ini juga menimbulkan kerugian besar bagi negara dan masyarakat. Hal ini dikhawatirkan akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap fintech lending, padahal keberadaan fintech yang legal membawa manfaat juga. Tongam mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan SWI untuk melindungi masyarakat dari pinjol ilegal adalah dengan memblokir setidaknya 3.193 fintech ilegal, lalu mengumumkannya kepada masyarakat. 

“Kita juga meminta masyarakat jangan membuat pinjaman baru lagi untuk menutup pinjaman lama. Jangan gali lobang tutup lobang. Jika dapat penagihan tidak beretika, segera lapor polisi agar bisa diproses,” pesan Tongam.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian menyampaikan, topik pinjaman online (pinjol) ilegal masih relevan untuk didiskusikan. Apalagi di tengah situasi pandemi, masyarakat masih butuh pendanaan.

”Kita tahu, akses perbankan di kalangan masyarakat masih terbatas. Pinjol jadi solusi pendanaan cepat. Ini termasuk hal yang bisa dianggap pedang bermata dua. Dapat memberikan pendanaan secara cepat namun kalau tidak tahu dan tidak paham bagaimana pinjol bergerak dan dilaksanakan, bisa jadi beban untuk masyarakat,” kata dia.

Untuk itu, Andre menganggap edukasi jadi hal yang sangat penting untuk masyarakat. Menurut dia, OJK berperan sangat besar dalam pelaksanaan dan mengatur para pelaku pinjol. Andre juga mengapresiasi kinerja OJK untuk memfasilitasi agar pelaku fintech dan pendanaan online bisa segera mendapatkan lisensi, sehingga mereka bisa diatur secara tepat dan bertanggung jawab atas operasionalnya.

”ILUNI UI akan berperan dalam edukasi dan informasi kepada stakeholder untuk pembangunan ekonomi, termasuk dalam penggiatan akses pendanaan bagi masyarakat. Kita sudah buatkan paper-nya dari Polcen untuk disampaikan kepada stakeholder,” imbuhnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD