"Surplus sepanjang Januari hingga November 2025 ini lebih ditopang oleh surplus komoditas non migas yaitu sebesar USD56,15 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD17,61 miliar," tutur Pudji.
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat USD16,54 miliar, India USD12,06 miliar dan Filipina USD7,81 miliar.
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar USD17,74 miliar, Australia USD5,04 miliar dan Singapura USD4,66 miliar.
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD19,21 miliar, India USD12,16 miliar dan Filipina USD7,72 miliar.
Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China USD19,28 miliar, Australia USD4,33 miliar dan Brasil USD1,65 miliar.
(DESI ANGRIANI)