sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Swasembada Gula 2028 Dibayangi Produktivitas hingga Pabrik Tua, Ini Kata Pengamat

Economics editor Tangguh Yudha
18/04/2026 17:35 WIB
Produktivitas tebu nasional saat ini relatif rendah, dengan rata-rata produksi gula sekitar 4,74 ton per hektare.
Swasembada Gula 2028 Dibayangi Produktivitas hingga Pabrik Tua, Ini Kata Pengamat (Foto: iNews Media Group)
Swasembada Gula 2028 Dibayangi Produktivitas hingga Pabrik Tua, Ini Kata Pengamat (Foto: iNews Media Group)

Kendala berikutnya adalah keterbatasan lahan. Menurut Faisol, banyak pabrik rafinasi berada di kawasan dekat pelabuhan, seperti di Banten, yang tidak memiliki cukup lahan untuk budidaya tebu. Selain itu, faktor logistik juga menjadi tantangan karena jarak antara kebun dan pabrik berpotensi menurunkan kualitas tebu jika tidak segera digiling.

“Dari aspek logistik, tebu harus segera digiling untuk menjaga rendemen tetap optimal,” ujar dia

Sebagai informasi, pemerintah  menargetkan produksi gula konsumsi mencapai 3 juta ton pada 2026. Upaya ini dilakukan melalui konsolidasi industri oleh holding pangan ID Food bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang mengintegrasikan 36 pabrik gula di berbagai wilayah.

Program hilirisasi perkebunan juga terus didorong, termasuk peremajaan tebu (bongkar ratoon) serta pembukaan lahan baru seluas 200 ribu hektare pada 2025-2026. Kebijakan ini diperkuat melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2023 tentang percepatan swasembada gula nasional dan penyediaan bioetanol.

Selain itu, pemerintah menetapkan harga acuan gula sebesar Rp14.500 per kilogram di tingkat produsen dan Rp17.500 per kilogram di tingkat konsumen untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3 4 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement