AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Targetkan PPKM Level 1, Sleman Jemput Bola Warga yang Belum Divaksin

ECONOMICS
Priyo Setyawan
Jum'at, 22 Oktober 2021 15:15 WIB
Pemkab Sleman menargetkan pada bulan November 2021 capaian vaksin dosis pertama sudah 100%. 
Ilustrasi Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19

IDXChannel - Pemkab Sleman menargetkan pada bulan November 2021 capaian vaksin dosis pertama sudah 100%. 

Selain terus melakukan vaksinasi massal, juga akan melakukan penyisiran warga yang belum vaksinasi COVID-19. Diharapkan dengan langkah ini level PPKM di Sleman akan turun lagi dari Level 2 menjadi level 1.

Capain vaksinasi di Sleman sendiri, hingga minggu ketiga Oktober 2021, dosis pertama sudah 83.9% dan dosis kedua 60% dari 878367 sasaran. Untuk vaksin booster bagi tenaga kesehatan (nakes) sudah 100%.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Kresnaeni mengatakan program vaksinasi COVID-19 akan semakin digencarkan untuk mengejar penurunan ke level 1. Seiring peningkatan capaian, metode pun diubah dari semula fokus ke pola massal  beralih ke spenyisiran warga yang belum tervaksin.

Dalam pelaksanaannya, akan bekerjasama dengan organisasi perangat daerah (OPD) terkait. Seperti  Dinas Pendidikan (Dsidik)  untuk menyasar siswa dan guru yang belum divaksin.

"Kita akan minta data siapa saja yang belum divaksin lalu kita datangi sekolah tersebut. Tapi kami minta agar sebelumnya disiapkan terlebih dulu data sasaran yang belum divaksin," katanya, Jumat(22/10/2021).

Pihaknya  juga akan  menggandeng puskesmas di tiap wilayah. Melibatkan ketua-ketua RT dan RW untuk menyisir warga setempat. Setelah data warga terkumpul, Dinkes  akan menyiapkan lokasi vaksinasi.

“Polanya masyarakat datang layaknya ke posyandu,” jelasnya.

Selain itu juga akan melakukan vaksin door to door dengan mengunkan mobil keliling vaksin da  menyasar para pedagang di pasar tradisonal yang belum vaksin.  Dinkes menggandeng Disperindag selaku instansi pengampu pasar.

"Harapan kami dengan langkah ini bulan November cakupan vaksin dosis pertama sudah 100%,” paparnya.

Namun begitu tetap meminta masyarakat tidak abai dengan prokes. Sebab penurunan status PPKM tidak semata berdasar cakupan vaksinasi. Tapi juga ada dua indikator lain yaitu kapasitas transmisi, dan kapasitas respon.

Untuk mencapai indikator transmisi, ketentuan 3M dan 3T harus dipatuhi agar jumlah kasus tidak naik. Dengan begitu, jumlah pasien yang dirawat dan angka kematian bisa turun bahkan diharapkan mencapai nol.

Dalam penentuan kapasitas transmisi, pemerintah mengacu beberapa indikator. Diantaranya jumlah kasus dan jumlah pasien meninggal per 100 ribu penduduk dalam kurun waktu satu minggu, serta bed occupancy rate (BOR). Adapun kapasitas respon tergantung kecepatan pemerintah daerah dalam melaksanakan testing, tracing, dan treatment.

Data akumlasi  kasus COVID-19 di Sleman  per 21 Okober 2021. Terkonfirmasi 54461 kasus,  sembuh  51833 kasus dan meninggal 2397 kasus. Dari jumlah itu kasus aktif 231 kasus. Rinciannya dirawat di ruma sakit  56 kasus, isolas terpadu (isoter)  4 kasus dan isolasi mandiri (isoman) 171 kasus. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD