AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Tarik Investasi, Ibu Kota Negara Baru Perlu Kembangkan Industri dan Pariwisata Ini

ECONOMICS
Hafid Fuad
Jum'at, 21 Januari 2022 13:38 WIB
Bila hanya sekedar mengembangkan pusat pemerintahan, pengembangan ibu kota negara baru akan sulit menarik masuknya swasta dalam skema KPBU.
Bila hanya sekedar mengembangkan pusat pemerintahan, pengembangan ibu kota negara baru akan sulit menarik masuknya swasta dalam skema KPBU.  (Foto: MNC Media)
Bila hanya sekedar mengembangkan pusat pemerintahan, pengembangan ibu kota negara baru akan sulit menarik masuknya swasta dalam skema KPBU. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pengamat tata kota Yayat Supriatna mengatakan, kehadiran Ibu kota negara (IKN) baru memiliki beberapa potensi industri untuk dikembangkan di sana. Ini penting demi menarik investasi swasta aktif khususnya dengan skema KPBU. 

Menurut dia, bila hanya sekedar mengembangkan pusat pemerintahan diyakini ini tidak akan menarik masuknya swasta dalam KPBU. 

"Dua skenario paling menarik adalah pengembangan industri dan pariwisata. Untuk pariwisata itu yang potensial adalah wisata kesehatan. Sementara untuk industri haruslah kategori energi terbarukan," ujar Yayat dalam live IDX Channel di Jakarta.

Dia mengatakan potensi wisata kesehatan cukup besar karena konsep IKN yang diniatkan ramah lingkungan dan hijau. Sehingga diperkirakan bisa dibangun fasilitas RS lengkap dan ini bisa menarik segmen warga Singapura dan China untuk pindah. "Di tahap awal saat ini IKN masih banyak keterbatasan. Tapi kalau dibangun RS internasional dan fasilitas perawatan yang cukup baik ada kemungkinan menarik warga Singapura dan China untuk pindah," sebutnya.

Berikutnya adalah potensi untuk industri berbasis teknologi terbarukan. Menurutnya ini membutuhkan kajian lanjutan untuk memastikan suplai dan permintaannya. Namun pemerintah memiliki rencana untuk membangun industri teknologi terbarukan seperti mobil listrik, farmasi, dan agroindustri. "Untuk industri masih butuh kajian namun pemerintah memiliki rencana bangun industri berbasis teknologi terbarukan," katanya. 

Dia mengapresiasi rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Sebab, pemindahan ibu kota ini akan mendorong tumbuh kembangnya pusat ekonomi baru di luar Jawa.   "Selama ini ada ketimpangan pembangunan Jawa dan luar Jawa. Ibu kota negara baru ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan yang ada," kata Yayat. 

 Menurut dia, Pemerintah perlu belajar dari problematika di Jakarta. Sebagai ibu kota negara, Jakarta tidak pernah direncanakan secara maksimal dari awal.   "Kita harapkan ibu kota negara baru ini tidak menjadi kota yang punya masalah di depan. Kita harus belajar dari Jakarta yang punya problematika. Ada faktor sejarah dan lainnya yang membuat Jakarta jadi ibu kota," ujarnya lagi. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD