sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Terapkan Zero Waste to Landfill, Suparma (SPMA) Kelola 99 Persen Limbah Padat Produksi

Economics editor Kunthi Fahmar Sandy
30/01/2026 08:26 WIB
PT Suparma Tbk (SPMA) menjadi perusahaan manufaktur pertama yang menerapkan program Zero Waste to Landfill.
Terapkan Zero Waste to Landfill, Suparma (SPMA) Kelola 99 Persen Limbah Padat Produksi  (FOTO:Dok Ist)
Terapkan Zero Waste to Landfill, Suparma (SPMA) Kelola 99 Persen Limbah Padat Produksi (FOTO:Dok Ist)

Dengan pendekatan ini, limbah diposisikan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna. Edward menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil komitmen jangka panjang perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan. Ia menegaskan bahwa Suparma menjadi perusahaan manufaktur pertama di Indonesia yang menerima sertifikasi Zero Waste to Landfill.

Saat ini, limbah internal PT Suparma Tbk terdiri atas limbah Faba (fly ash dan bottom ash) dengan volume sekitar 40 ton per hari, limbah plastik sekitar 20 ton per hari, serta limbah organik sekitar 300 kilogram per hari. Seluruh limbah tersebut dikelola secara internal tanpa dibuang ke luar perusahaan maupun ke TPA.

Edward menjelaskan penerapan Zero Waste to Landfill dilakukan secara bertahap sejak 2020 dan mengalami percepatan signifikan pada 2024. Limbah Faba dimanfaatkan oleh perusahaan afiliasi menjadi berbagai produk konstruksi seperti genteng, paving, batako, pot bunga, hingga bata ringan. Sementara limbah plastik diolah menjadi energi untuk kebutuhan internal perusahaan.

Ke depan, Suparma membuka peluang untuk memasarkan produk hasil pengolahan limbah tersebut secara lebih luas seiring penguatan visi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah dari praktik keberlanjutan.

“Kami memandang pencapaian ini bukan sebagai akhir, tetapi sebagai awal untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement