Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto mengapresiasi pencapaian Suparma yang menjadikan Surabaya sebagai lokasi perusahaan manufaktur pertama dengan program Zero Waste to Landfill. “Kami bangga karena Surabaya menjadi yang pertama. Semoga langkah ini dapat diikuti industri lain sehingga beban TPA dapat berkurang,” kata Dedik.
Ia menambahkan, meski Surabaya telah memiliki fasilitas Waste-to-Energy di TPA Benowo dengan kapasitas 1.000 ton sampah per hari, volume sampah yang masuk masih mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Karena itu, peran sektor industri dinilai sangat penting dalam mendukung pengurangan beban lingkungan.
(kunthi fahmar sandy)