AALI
9950
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1280
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
845
ADMF
7625
ADMG
189
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1395
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
750
ALDO
1365
ALKA
306
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.48
1.13%
+5.71
IHSG
6698.18
1.08%
+71.31
LQ45
953.94
1.12%
+10.60
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Terbesar di ASEAN, PLTU Sumsel 8 Ditargetkan Rampung Maret 2022

ECONOMICS
Athika Rahma
Rabu, 17 November 2021 16:54 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 di Tanjung Lalang ditargetkan rampung Maret 2022.
Terbesar di ASEAN, PLTU Sumsel 8 Ditargetkan Rampung Maret 2022 (Dok.Ist)
Terbesar di ASEAN, PLTU Sumsel 8 Ditargetkan Rampung Maret 2022 (Dok.Ist)

IDXChannel - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 di Tanjung Lalang, Tanjung Agung, Muara Enim, Sumatera Selatan, ditargetkan selesai pada Maret 2022 mendatang.

PLTU Mulut Tambang terbesar di Asia Tenggara tersebut menggunakan teknologi ramah lingkungan yakni super critical untuk menekan emisi karbon. Saat ini, pembangunannya mencapai 92,84 persen.

"Kami baru saja menerima laporan progresnya sudah lebih dari 92 persen. Semoga lancar sesuai target dan dapat bermanfaat khususnya bagi masyarakat sekitar, menguatkan sistem kelistrikan Sistem Sumatera," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dikutip laman ESDM, Rabu (17/11/2021).

PLTU berkapasitas 2 X 660 Mega Watt (MW) ini juga menerapkan teknologi flue gas desulfurization (FGD) yang digunakan untuk meminimalkan sulfur dioksida dari emisi gas buang pembangkit listrik berbahan bakar fosil batubara.

Adapun, FGD merupakan proses pencampuran emisi gas hasil pembakaran batubara dengan zat pengikat berupa kapur basah (CaCO3) agar kandungan sulfur dioksida yang dilepaskan ke atmosfer menjadi rendah.

Untuk diketahui, PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35.000 MW. Pembangkit ini dibangun oleh PTBA melalui PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) sebagai pengembang listrik (Independent Power Producer/ IPP). PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd.

"Proyek PLTU ini nantinya membutuhkan sekitar 5 juta ton batu bara per tahunnya yang disuplai dari IUP Bangko, di wilayah tambang PTBA Tanjung Enim," pungkas Deputi GM HBAP Gusti Anggara. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD