AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Terendah Sepanjang Sejarah, Neraca Dagang RI-China Defisit Rp27,1 Triliun

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 25 November 2021 17:40 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan defisit neraca perdagangan dengan China yang terendah dalam 12 tahun terakhir.
Terendah Sepanjang Sejarah, Neraca Dagang RI-China Defisit Rp27,1 Triliun. (Foto: MNC Media)
Terendah Sepanjang Sejarah, Neraca Dagang RI-China Defisit Rp27,1 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan defisit neraca perdagangan dengan China yang terendah dalam 12 tahun terakhir. Nilai dagang yang tercatat di Indonesia mengalami defisit sebesar USD1,9 miliar atau setara Rp27,1 triliun. 

Angka ini merupakan yang terendah dibandingkan sebelumnya, di mana angka defisit pernah mencapai USD16 miliar.

"Kalau kita lihat, neraca perdagangan kita dengan China, dengan AS terus membaik. Defisit perdagangan kita dengan China sekarang yang terendah selama 12 tahun terakhir, yang tadinya defisit hampir USD 16 miliar, sekarang USD 1,9 miliar, dengan Amerika kita masih surplus USD 8 miliar," ujar Erick, Kamis (25/11/2021). 

Dia menilai, Indonesia bisa mengurangi defisit neraca perdagangannya di tahun-tahun mendatang. Karena itu, dia meminta semua pihak, khususnya BUMN, untuk menjaga daya saingnya di kancah global.

"Itulah kita harus menjaga daripada competitiveness, daya saing kita secara global," kata dia. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri memperkirakan neraca perdagangan Indonesia dengan China akan surplus di tahun 2022 mendatang. Sikap optimisme Kepala Negara didasarkan pada nilai defisit perdagangan RI yang menurun tahun ini. 

Selain itu, perbaikan neraca perdagangan pun dibarengi oleh kebijakan Indonesia mulai menghentikan ekspor bahan mentah seperti nikel. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD