AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Tergiur Investasi Lele, Puluhan Warga Jambi Malah Rugi Rp4,3 Miliar

ECONOMICS
Azhara Sakti/Kontributor
Jum'at, 22 Oktober 2021 19:42 WIB
Polda Jambi sampai saat ini sudah menerima 88 aduan korban investasi lele dengan total kerugian Rp4,3 Miliar.
Polda Jambi sampai saat ini sudah menerima 88 aduan korban investasi lele dengan total kerugian Rp4,3 Miliar. (Foto: MNC Media)
Polda Jambi sampai saat ini sudah menerima 88 aduan korban investasi lele dengan total kerugian Rp4,3 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sejak dibukanya pengaduan korban investasi ikan lele PT Darsa Haria Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama di Provinsi Jambi pada pertengahan bulan kemarin, Polda Jambi sampai saat ini sudah menerima 88 aduan pada form yang sediakan secara online. Ironisnya, total kerugian yang dialami warga sudah mencapai Rp4,3 M.

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono saat dikonfirmasi menyebutkan, hingga saat ini pihaknya telah menerima 88 aduan korban, dengan kerugian mencapai lebih dari Rp 4,3 miliar.

"Iya benar, segera akan kita lakukan pemeriksaan terhadap korban yang melapor ini, kemarin sudah kita terima laporan secara resmi ke Polda Jambi, " kata Kombes Pol Sigit, Jumat (22/10/2021). 

Namun, katanya, baru satu orang yang melaporkan kasus tersebut secara resmi ke Mapolda Jambi. "Saya menghimbau ke masyarakat yang menjadi korban agar segera membuat laporan resmi," harapnya. 

Ini terungkap, dari kecurigaan ratusan korban investasi lele pada bulan Juni lalu. Pada saat itu, para korban menanam modal kembali, namun tepat pada bulan Juli, hingga saat ini, pihak PT tidak kunjung melakukan pembayaran.

Yushernawan, pemilik lahan yang menyewakan kepada PT DHD, mengatakan awalnya program bisnis ini berjalan lancar sejak tahun lalu.

"Pada tahun sebelumnya lancar saja, disini total ada 900 kolam dan berisi semua. Total lahan disini 6 hektare, namun yang disewa mereka 2 hektare," katanya.

Awal mula gejolak atau macet investasi ini dimulai bulan Januari lalu. Namun, para masyarakat mulai protes baru sekitar bulan Juni 2021 lalu. "Ya, saya tidak tau masalahnya apa, karena pihak manajemen tidak pernah cerita," ujarnya.

Salah satu korban berinisial KJ, saat dihubungi menjelaskan, untuk korban sampai saat ini mencapai lebih dari 200 orang. Semua itu, terhimpun dari grup WhatsApp khusus yang berinvestasi di PT tersebut.

"Kalau untuk total kerugian mencapai hingga ratusan juta rupiah, bahkan bisa disebut mencapai miliaran rupiah," tandasnya.

Tidak hanya itu, sambungnya, dalam investasi ikan lele ini sendiri merupakan kerja sama dengan pola bagi hasil. Para investor menanam modal awal pada mitra DHD sebesar Rp10 juta per satu kolam.

Dalam perjanjiannya, dalam satu kali panen, setiap satu kolamnya para investor mendapat keuntungan Rp960 ribu,

"Dalam satu tahun mitra bisa panen hingga 9 kali, kalau saya sudah menanam modal untuk 5 kolam, dengan total kerugian Rp50 juta," tukas KJ.

Namun, dirinya mengaku belum ada satu tahun berinvestasi. "Jadi, baru beberapa kali panen, tetapi sudah kejadian seperti ini," katanya 

Atas kejadian tersebut, dirinya dan sejumlah korban lainnya sudah saling berkomunikasi di dalam sebuah group WhatsApp yang terdapat 209 anggota.

"Ini kan group kami-kami saja, masih banyak group lainnya. Ada yang sampai nanam modal untuk 20 kolam, ya dikalikan saja Rp10 juta," imbuh KJ.

Sementara itu, pengakuan korban lainnya, yakni D, warga Kotabaru ini harus menelan kerugian hingga Rp200 juta. "Sampai sekarang, belum juga dibayarkan hasil panen kami," katanya.

Bagi korban investasi lele yang ingin mengadu bisa ke posko pengaduan resmi Polda Jambi secara online melalui link https://tinyurl.com/pngaduan dengan cara mengisi form yang telah disediakan. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD