Meningkatnya tarif kedua jenis transportasi tersebut dipengaruhi oleh tingginya permintaan pada periode HBKN Idul Fitri sejalan dengan adanya budaya mudik lebaran.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa Iainnya juga mengalami peningkatan inflasi menjadi sebesar 1,32% (mtm) dari 0,73% (mtm) pada bulan sebelumnya.
Meningkatnya inflasi terutama didorong oleh meningkatnya harga pada komoditas emas perhiasan sejalan dengan meningkatnya harga emas global.
Adapun kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran pada April 2024 juga mencatat inflasi 0,41 % (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya (0,19%; mtm), yang terutama didorong oleh meningkatnya inflasi pada komoditas sop, bakso siap santap, dan soto seiring dengan meningkatnya permintaan pada HBKN Idul Fitri.
Realisasi inflasi DKI Jakarta yang masih terkendali tidak terlepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta yang semakin kuat.