AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Thrifting Vs UMKM, Mana yang Lebih Laku di Pasaran?

ECONOMICS
Viola Triamanda/MPI
Selasa, 28 Juni 2022 18:49 WIB
Jika dikaitkan dengan thrifting, tiga alasan konsumen yang menjadi pertimbangan dalam membeli barang adalah fungsional, ekspresi diri, dan emosional
Thrifting Vs UMKM, Mana yang Lebih Laku di Pasaran? (FOTO:MNC Media)
Thrifting Vs UMKM, Mana yang Lebih Laku di Pasaran? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Praktisi dan konsultan marketing dari Inventure Yuswohady mengatakan maraknya penjual thrifting saat ini bukanlah saingan bagi para UMKM lokal khususnya yang memproduksi baju. 

Pasalnya, pasar dari thrifting itu berbeda dengan UMKM. "Menurut saya thrifting ini tidak mengganggu UMKM lokal karena market yang mereka tuju itu berbeda" jelasnya kepada MPI, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya mayoritas pemburu pakaian thrift bukan karena tidak punya uang, melainkan ingin mengikut tren yang marak saat ini serta dengan keinginan yang kuat untuk mengekspresikan diri. 

Sementara itu ia juga menambahkan bawah fenomena thrifting mayoritas digandrungi oleh Gen Z. Hal ini disebabkan oleh kehidupan Gen Z yang menemui beberapa kali kesulitan seperti krisis, dan pandemi. Oleh sebab itu Gen Z terbentuk menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan menyukai sesuatu yang sifatnya recycle. 

"Apalagi saat ini minyak sudah habis, batu bara sudah habis, hanya tersisa sedikit Sumber Daya Alam saat ini, oleh sebab itu Gen Z menjadi lebih ramah lingkungan dan mencintai lingkungan" ucapnya. 

Dia mengatakan jika dikaitkan dengan thrifting, tiga alasan konsumen yang menjadi pertimbangan dalam membeli barang adalah fungsional, ekspresi diri, dan emosional. 

"Fungsional ya tentu saja mereka mmilih mendapatkan fungsi yang sama dengan harga relatif murah, selain itu thrifting juga ajang ekspresi diri karena saat ini thrifting ada gengsi sosialnya dan ada uniknya disana. Dan alasan terakhis adalah dari segi peduli lingkungannya" pungkasnya.

Untuk informasi, saat ini sudah banyak negara yang memberlakukan circular economi. Circular economy merupakan sebuah konsep ekonomi dalam alur lingkaran tertutup, dimana kita berusaha untuk menggunakan sumber daya, bahan baku maupun produk jadi yang bisa dipakai ulang untuk selama mungkin, dan menghasilkan sampah atau limbah seminimal mungkin.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD