AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1370
ACES
1275
ACST
196
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1435
AGRO
1335
AGRO-R
0
AGRS
162
AHAP
69
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
795
ALDO
1365
ALKA
312
ALMI
290
ALTO
250
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.61
0.96%
+4.84
IHSG
6686.71
0.9%
+59.84
LQ45
952.39
0.96%
+9.04
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Tidak Ada Sanksi Tilang dalam Pelanggaran Ganjil Genap di Objek Wisata Saat Nataru

ECONOMICS
Puteranegara
Sabtu, 27 November 2021 15:56 WIB
Polisi tidak akan melakukan penilangan terhadap warga yang melanggar aturan Ganjil-Genap (GaGe) di lokasi wisata saat penerapan PPKM Level 3 Nataru.
Tidak Ada Sanksi Tilang dalam Pelanggaran Ganjil Genap di Objek Wisata Saat Nataru
Tidak Ada Sanksi Tilang dalam Pelanggaran Ganjil Genap di Objek Wisata Saat Nataru

IDXChannel - Polisi tidak akan melakukan penilangan terhadap warga yang melanggar aturan Ganjil-Genap (GaGe) di lokasi wisata saat penerapan PPKM Level 3 periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Iya seperti itu (tidak ditilang tapi diputarbalik)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

Menurut Dedi, hal itu merupakan salah satu bentuk edukasi yang diberikan kepada masyarakat. Bahwasannya, protokol kesehatan (prokes) terus ditegakan sampai dengan saat ini. 

"Tetap kita memberikan edukasi, informasi kepada masyarakat untuk patuh betul-betul protokol kesehatan, dan patuh pada aturan. 
Kalau misalnya yang pas waktunya ganjil ya ganjil, semuanya sama dalam rangka mencegah jangan sampai terjadi ledakan Covid-19," ujar Dedi. 

Penerapan PPKM Level 3 sendiri akan diterapkan di seluruh Indonesia menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal itu sebagai upaya menekan laju pertumbuhan Covid-19. 

Selain GaGe, kata Dedi, tempat wisata nantinya akan dipantau untuk memastikan dipasangnya Aplikasi PeduliLindungi sebagai wadah untuk screening masyarakat. 

"Kemudian seluruh tempat-tempat keramaian dan wisata dipasang PeduliLindungi dalam hal untuk melakukan kontrol siapa aja masyarakat yang ke situ dapat ke kontrol dengan baik," ucap Dedi.

Lebih dalam, Dedi menyebut, kepolisian akan melakukan pengawasan soal jumlah kapasitas dari tempat wisata tersebut. Mengingat, hanya 50 persen pengunjung dari jumlah normal yang dipersilahkan ke lokasi wisata.

"Kapasitas pengunjung juga akan dibatasi 50 persen," tutup Dedi.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD