sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tingkat Kemiskinan Versi BPS dan Bank Dunia Berbeda, Ini Penjelasannya

Economics editor Anggie Ariesta
10/09/2026 23:30 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan tingkat kemiskinan nasional per Maret 2026 sebesar 8,07 persen pada 5 Agustus 2026.
Tingkat Kemiskinan Versi BPS dan Bank Dunia Berbeda, Ini Penjelasannya. Foto: iNews Media Group.
Tingkat Kemiskinan Versi BPS dan Bank Dunia Berbeda, Ini Penjelasannya. Foto: iNews Media Group.

Dengan ambang batas yang lebih tinggi, secara alami menyebabkan lebih banyak orang berada di bawahnya. Namun, hal ini tidak berarti mereka menjadi lebih miskin.

Angka USD8,30 tersebut juga mencerminkan standar hidup di kelompok negara berpendapatan menengah atas yang luas, termasuk negara-negara dengan pendapatan per kapita hingga hampir tiga kali lipat dari Indonesia. Oleh karena itu, angka ini menetapkan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar hidup yang berlaku di Indonesia.

Kedua ukuran tersebut juga memperlakukan perubahan harga dari waktu ke waktu dengan cara yang berbeda. BPS menyesuaikan garis kemiskinannya seiring dengan perubahan pola konsumsi dan standar hidup, sementara Bank Dunia menerapkan standar internasional yang tetap dan menyesuaikannya dengan inflasi. 

Akibatnya, kedua ukuran tersebut dapat menunjukkan tren penurunan kemiskinan yang berbeda.

Apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh angka kemiskinan tersebut?

Estimasi kemiskinan dari BPS dan Bank Dunia menggunakan data dasar yang sama, namun menjawab pertanyaan yang berbeda. BPS mengukur kemiskinan dalam konteks Indonesia, sehingga bermanfaat untuk pemantauan kemajuan dan kebijakan dalam negeri. 

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement