AALI
9300
ABBA
535
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1265
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1740
AGAR
370
AGII
1475
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4070
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
228
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
457.34
-0.19%
-0.86
IHSG
6113.11
-0.15%
-9.38
LQ45
859.88
-0.17%
-1.43
HSI
24500.39
1.21%
+291.61
N225
30183.96
-0.19%
-56.10
NYSE
16599.80
0.37%
+60.65
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
797,200 / gram

Tolong, Jabar Defisit 740 Ton Oksigen per Hari

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Kamis, 05 Agustus 2021 10:21 WIB
Jabar mengalami kekurangan pasokan oksigen 740 ton per hari dari total kebutuhan 1.117 ton per hari.
Tolong, Jabar Defisit 740 Ton Oksigen per Hari (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Masih tingginya kasus covid-19 di wilayah Jawa Barat (Jabar), membuat kebutuhan oksigen meningkat. Saat ini saja, Jabar mengalami kekurangan pasokan oksigen 740 ton per hari dari total kebutuhan 1.117 ton per hari.

Menurut Ketua Harian Posko Oksigen Jawa Barat Hanif Mantiq, berdasarkan data dari Pos Komando Pengendalian Ketersediaan Oksigen untuk kebutuhan medis penanganan Covid-19 di daerah provinsi Jawa Barat, kebutuhan oksigen di Jawa Barat diproyeksikan sebanyak 1.177 ton/hari. 

Sementara ketersediaan oksigen sampai dengan akhir Agustus 2021 masih defisit sekitar 740 ton/hari. "Ini masih diproyeksikan defisit oksigen tersebut akan semakin meningkat sampai dengan akhir Desember 2021 mencapai sekitar 2.226 ton/hari," jelas dia. 

Oleh karenanya, dia menilai uluran tangan banyak pihak akan sangat membantu menjaga suplai oksigen bagi masyarakat. Salah satunya, dia  menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bank Indonesia Jawa Barat dalam membantu mengatasi defisit ketersediaan oksigen. Karena distribusi oksigen diberikan untuk penanganan pasien Covid-19 di 27 kabupatan/kota di Jawa Barat. 

"Dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak tentunya menjadi kunci bagaimana Jawa Barat mampu mengatasi permasalahan ini, sehingga potensi kematian akibat kegagalan penanganan Covid-19 dapat ditekan. 

Sementara itu, Bank Indonesia Jawa Barat menyerahkan bantuan berupa 200 tabung oksigen dan 100 regulator. Menurut Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Bambang Pramono, penyerahan bantuan tabung oksigen ini juga merupakan upaya lanjutan dari kepedulian Bank Indonesia Jawa Barat dalam penanganan Covid-19.

Menurut dia, pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan berat terhadap perekonomian Jawa Barat, sehingga langkah-langkah strategis untuk memulihkan kondisi ekonomi sangat diperlukan. Tantangan yang dihadapi Jawa Barat memang tidak mudah, mengingat Jawa Barat adalah provinsi dengan kekuatan ekonomi yang signifikan secara nasional.

"Jabar punya jumlah penduduk yang besar dan kedekatan wilayah dengan ibukota negara yang membawa dinamika tersendiri berkaitan dengan dampak ikutan akibat tingginya arus mobilitas masyarakat sehingga penyebaran Covid-19 tergolong relatif tinggi," jelas dia. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD