AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Tudingan Bisnis PCR, Erick Thohir: Ada Upaya Memecah Belah Bangsa

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 18 November 2021 15:59 WIB
Terkait tudingan bisnis PCR, Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, ada oknum-oknum tertentu yang ingin memecah belah bangsa.
Tudingan Bisnis PCR, Erick Thohir: Ada Upaya Memecah Belah Bangsa (Dok.MNC Media)
Tudingan Bisnis PCR, Erick Thohir: Ada Upaya Memecah Belah Bangsa (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, ada oknum-oknum tertentu yang sengaja membangun narasi negatif di tengah pandemi Covid-19. Narasi itu bertujuan untuk memecah bela persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

Pernyataan tersebut menyusul tudingan adanya bisnis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang dilakukan Erick Thohir dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. 

Menurutnya, di saat pemerintah dan masyarakat bersatu padu memperkuat kebersamaan dan gotong royong untuk menangani pandemi Covid-19, ada sejumlah kelompok kecil yang sengaja menyiasati konflik untuk memecah bela bangsa. 

"Pandemi ini kita maknai sebagai ujian dari Allah SWT dan di balik itu semua ada hikmah, pembelajaran ini agar bangsa Indonesia lebih kuat dan mandiri. Semua elemen bangsa, pemerintah dan rakyat harus bersatu padu memperkuat kebersamaan, gotong royong dalam menghadapi ujian pandemi ini, walau saja ada upaya-upaya memecah belah dari oknum tertentu agar kita tidak bersatu," ujar Erick, Kamis (18/11/2021). 

Dalam gelaran 'Kontroversi Tes PCR- Bisnis atau Krisis', Erick menegaskan, strategi penanganan pandemi secara maksimal sudah dilakukan pemerintah. Hasilnya, cukup efektif dalam menangani krisis kesehatan saat ini.

"Hal ini sudah diakui dunia internasional atas penanganan Covid selama ini maupun varian delta yang sangat amat berat," katanya. 

Dia juga menegaskan kebijakan penentuan harga hingga mekanisme lain RT-PCR ditetapkan secara transparan. Dimana, kebijakan itu dibahas melalui rapat terbatas antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah Menteri di Kabinet Indonesia Maju. Sehingga, isu bisnis PCR yang dikaitkan dengan dirinya dinilai tidak terbukti alias hoaks.

"Ratas itu dihadiri tidak saja Erick Thohir, ratas itu dihadiri Menkeu, Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, Menteri Kesehatan, kebijakan PCR juga ditentukan secara transparan. Jadi, apa mungkin rapat terbatas itu men-setting menguntungkan saya. Berarti apa? Berarti semua yang ada di ratas itu dituduh memperkaya diri sendiri?," tegasnya. 

Erick mencatat, dirinya tak memiliki latar belakang bisnis di industri kesehatan dan farmasi. Artinya, dia tidak cukup berpengalaman di sektor tersebut. Namun begitu, ada oknum tertentu yang menuding dirinya memperkaya diri melalui pelaksanaan RT-PCR. 

"Mohon maaf nih ya, ini bukan bisnis saya, kesehatan saya bukan track record itu, lalu saya diframing memperkaya. Dibanding dengan seluruh kegiatan yang kita lakukan pada saat Covid," ungkapnya. 

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti motif atas tudingan bisnis RT-PCR yang dilontarkan oknum kecil tertentu kepada Erick Thohir dan Luhut Binsar Pandjaitan. Tercatat, baru Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) yang membuat laporan pengaduan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ihwal dugaan bisnis RT-PCR tersebut. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD