AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Tugas akan Diganti Robot, MenPANRB Sebut Tidak Memangkas Jumlah PNS yang Ada

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Rabu, 01 Desember 2021 15:05 WIB
Tjahjo mengatakan bahwa ujung dari penggunaan teknologi adalah efektivitas kerja pemerintah dan juga efisiensi anggaran.
Tugas akan Diganti Robot, MenPANRB Sebut Tidak Memangkas Jumlah PNS yang Ada
Tugas akan Diganti Robot, MenPANRB Sebut Tidak Memangkas Jumlah PNS yang Ada

IDXChannel - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo menjelaskan soal terkait dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengganti sejumlah fungsi PNS dengan robot. Dia mengatakan bahwa keinginan tersebut tidak serta merta pemerintah akan melakukan pemangkasan PNS yang ada.

“Sekarang keinginan Pak Jokowi diganti dengan robot bukan berarti PNSnya terus dipangkas, terus kita buat robot. Tidak. Tapi kecepatan inovasi itu yang diinginkan oleh Pak Jokowi,” katanya dalam Seminar Nasional Reformasi Birokrasi dan Penandatangan Butir-Butir Komitmen Kepala Daerah, Rabu (12/1/2021).

Dia mengatakan pandemi Covid-19 membuktikan bahwa kerja-kerja pemerintahan masih dapat dilakukan dengan teknologi yang ada saat ini.

“Alhamdulillah dengan pandemi covid ini ada kerja di kantor, kerja di rumah itu semakin jelas. Oh ternyata di kantor PANRB dengan separuh lebih kerja di rumah bisa diselesaikan kok dengan yang kerja di kantor ini,” ungkapnya.

Tjahjo mengatakan bahwa ujung dari penggunaan teknologi adalah efektivitas kerja pemerintah dan juga efisiensi anggaran.

“Nah ini saya kira konteksnya begitu panjang yang inti kebelakangnya adalah bagaimana membangun efektivitas pengambilan kebijakan politik pembangunan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sampai pada efisiensi  anggaran,” ujarnya.

“Pak Jokowi Pak Maruf simple kok ingin program strategis ansional berjalan dengan baik di Jawa Tengah, di Jawa Barat, di semua daerah seiring dengan janji kampanye dan visi misi seorang gubernur terpilih. Dan terlaksana di kabupaten/kota seiring dengan progres janji kampanye dan program kerja bupati/walikota,” pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD