Namun, Bahlil menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyesuaian terkait adanya penilaian bahwa kapasitas produksi biodiesel nasional belum sepenuhnya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan implementasi B50 secara penuh. Dia memastikan masalah tersebut sudah didapatkan solusinya.
Terkait dengan adanya penilaian bahwa kapasitas produksi biodiesel nasional belum sepenuhnya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan implementasi B50 secara penuh, Bahlil mengatakan pihaknya terus melakukan penyesuaian dan sudah ada solusinya. Meskipun ia tidak menjelaskan detail.
"Kita terus melakukan penyelesaian. Tapi insyaallah sudah ada solusi kok," katanya.
Sebelumnya dikutip dari laman resmi Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Sekretaris Jenderal APROBI Ernest Gunawan menilai industri biodiesel nasional belum siap untuk meningkatkan campuran menjadi B50 pada 2026.