IDXChannel - Staf Khusus Menteri Koperasi & UKM bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Fiki Satari mengungkap perunya harmonisasi inisiatif lintas stakeholder agar transformasi digital UMKM bisa terealisasi.
“Total kita petakan ada minimal 109 program dan inisiatif terkait transformasi digital UMKM dari 41 stakeholder yang hadir. Kuncinya adalah bagaimana seluruh inisiatif baik ini dapat kita jahit, kita orkestrasi agar UMKM Indonesia yang dapat manfaat paling besar. Semakin bertumbuh, semakin sejahtera,” ujar dia dalam Rapat Koordinasi Teknis Transformasi Digital Koperasi & UMKM (KUMKM) Rabu (13/4/2023).
Dalam rapat yang berlasngsung di Bogor tersebut, Kemenkop UMKM menyertakan stakeholder dari berbagai elemen pemerintahan, platform digital, asosiasi, serta perusahaan-perusahaan berbasis teknologi digital yang berkaitan dengan pengembangan atau pemberdayaan UMKM.
Dibuka oleh Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah, kegiatan ini menjadi lanjutan Rakornas Digitalisasi UMKM yang sebelumnya diselenggarakan dua kali pada Maret dan November 2022.
“Dalam momen baik ini kita harapkan komitmen yang sudah terbangun pada Rakornas sebelumnya dapat terealisasi dan semakin berdampak pada akselerasi transformasi digital UMKM," ujar Siti Azizah.
Rakortek Digitalisasi UMKM kali ini membagi substansi bahasan dalam 4 panel desk, satu panel membahas perihal Implementasi Pendataan UMKM, Pemetaan Potensi, Tantangan & Peran Stakeholder, Implementasi End to End Digital Transformation pada Sektor Prioritas, dan Pemanfaatan Teknologi Digital Terbarukan (Teknologi Web3.0) dalam Mendukung Transformasi Digital UMKM.
Diawali dengan paparan pembicara kunci oleh Dirjen Aptika, Semuel A. Pangerapan yang menyampaikan bahwa para usaha mikro ini bisa diakselerasi kemajuannya dengan digitalisasi.
“Pemerintah siapkan satelit hingga Palapa Ring untuk memastikan kualitas pelayanan dan konektivitas agar UMKM bisa bertransformasi digital secara utuh,” ujarnya.
Sesi langsung dilanjutkan dengan paparan Staf Khusus Menteri Koperasi & UKM Fiki Satari yang turut menyoroti proyeksi ekonomi digital Indonesia sekitar Rp 4.531 triliun terbilang fantastis.
"Namun, terlepas dari besarnya potensi ini, UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia harusnya menikmati banyak manfaat. Empat panel desk ini akan jadi pilar vital dalam upaya mencapai tujuan tersebut,” jelasnya.
Ia menjelaskan, strategi transformasi digital UMKM harus dirancang holistik. Itulah sebabnya kami di KemenKopUKM tidak bicara digitalisasi di hilir atau akses pasar saja, tapi sampai ke hulu yaitu produksi, pembiayaan, sampai aspek SDM.
“Dengan postur yang didominasi oleh usaha mikro, kita juga memetakan sektor-sektor strategis untuk transformasi digital seperti pedagang pasar, petani dan nelayan, warung, termasuk kegiatan usaha yang berbasis pesantren. Ini harus jadi sasaran prioritas agar target 30 juta UMKM Indonesia onboard digital bisa tercapai, dan lebih dari itu harus ada new value creation, penciptaan nilai ekonomi baru yang menghadirkan kesejahteraan bagi seluas-luasnya masyarakat Indonesia,” ujar Fiki Satari.
Di akhir kegiatan dirumuskan beberapa simpulan antara lain terkait komitmen peserta untuk terlibat dalam Masifikasi Gerakan #berubahdigital dengan berkolaborasi dan berkerjasama secara konkrit pada program yang dilaksanakan KemenKopUKM untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital nasional oleh para UMKM.
(SLF)