AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
1320
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
1345
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
3610
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
441.96
0.86%
+3.78
IHSG
6098.01
0.46%
+27.97
LQ45
830.24
0.87%
+7.20
HSI
25961.03
-1.35%
-354.27
N225
27686.39
1.48%
+402.80
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,859
USD/IDR 14,460
Emas
844,281 / gram

Utang PLN Tembus Rp451 Triliun, Faisal Basri: Uangnya Tidak Dipakai untuk Foya-foya!

ECONOMICS
Oktiani/Koran Sindo
Selasa, 15 Juni 2021 06:48 WIB
Ekonom senior Faisal Basri menilai PLN mengelola utang dengan baik. Menurut dia, peningkatan jumlah utang PLN jauh di bawah investasi dan nilai aset BUMN itu.
Utang PLN Tembus Rp451 Triliun, Faisal Basri: Uangnya Tidak Dipakai untuk Foya-foya! (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Ekonom senior Faisal Basri menilai PLN mengelola utang dengan baik. Menurut dia, peningkatan jumlah utang PLN jauh di bawah investasi dan nilai aset BUMN itu. 

Faisal menyebutkan PLN mencatatkan utang Rp451 triliun pada 2020 atau turun Rp2 triliun dibanding 2019. "Utang PLN tidak dipakai untuk foya-foya. Hampir semua dipakai untuk investasi. Hanya sebagian kecil untuk menjaga cashflow (arus kas)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/6/2021). 

Menurut dia, hal itu karena PLN mencatatkan penambahan utang Rp199 triliun pada periode 2015-2020. Sebaliknya, nilai investasi PLN pada periode yang sama mencapai Rp448 triliun, lebih banyak dibanding keseluruhan penambahan utang PLN di periode 2015-2020. 

Wujud investasi tersebut antara lain penambahan aset berupa pembangkit total 10.000 megawatt, transmisi sepanjang 23.000 kilometer sirkuit, dan gardu induk total 84.000 MvA. Bagi masyarakat, manfaat investasi PLN dirasakan dalam bentuk peningkatan rasio elektrifikasi. Dari 88,3% menjadi 99,2%. Dengan kata lain, hampir seluruh wilayah Indonesia sudah terjangkau layanan kelistrikan dari PLN. 

"PLN ini BUMN aset terbesar, sampai April 2021 mencapai Rp1.599,5 triliun. Harus kita jaga bersama-sama. Tidak ada BUMN lain dengan aset sebesar ini," kata Faisal. 

Pernyataan Faisal dikuatkan laporan keuangan PLN dan sejumlah BUMN. BRI dan Bank Mandiri punya aset masing-masing Rp1.387 triliun dan Rp1.001 triliun. Sementara Pertamina Rp984 triliun. Ada pun Aset BNI dan BTN masing-masing bernilai Rp709 triliun dan Rp297 triliun. BUMN lain beraset total di bawah PLN, Pertamina, dan empat bank pemerintah tersebut. 

Investasi PLN, lanjut Faisal, bisa lebih besar dari utang karena sumber dananya tidak hanya pinjaman. Sebagian investasi PLN didanai dari kas internal dan penambahan modal. Investasi dari kas internal dimungkinkan karena PLN masih mencatatkan keuntungan. 

Dia mengapresiasi tata kelola keuangan PLN yang tetap untung meski harga listrik tidak naik sejak 2017. Padahal, sumber pendapatan PLN hanya dari menjual daya. "Ongkos naik terus, harga tidak boleh dinaikan," tuturnya. 

Pendapatan PLN bisa naik karena jumlah pelanggan memang bertambah dari 61 juta menjadi 79 juta. Meski menambah pendapatan, peningkatan pelanggan juga menaikkan biaya produksi. Sebab, semakin banyak pelanggan harus dilayani. "Penyambungan kabel, penyediaan energi primer, semua butuh biaya," kata dia. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD