AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Varian Omicron Diprediksi Tekan pertumbuhan Ekonomi 2022

ECONOMICS
Rio Chandra
Selasa, 30 November 2021 15:26 WIB
Pengamat Ekonomi, Piter Abdullah menilai, adanya varian Omicron akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di tahun 2022.
Pengamat Ekonomi, Piter Abdullah menilai, adanya varian Omicron akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di tahun 2022.  (Foto: MNC Media)
Pengamat Ekonomi, Piter Abdullah menilai, adanya varian Omicron akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di tahun 2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pengamat Ekonomi, Piter Abdullah menilai, adanya varian Omicron akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di tahun 2022. 

Menurutnya, dengan adanya varian baru covid tersebut dapat mempengaruhi pasar keuangan global ketika varian baru menyebabkan cluster baru. 

"Varian baru ini benar-benar akan berdampak negatif terhadap perekonomian ketika varian baru ini sudah benar-benar menyebabkan kenaikan kasus baru secara global",ujar Piter Abdullah, kepada MNC Portal, Selasa (30/11/2021). 

Meski demikian menurut Piter, sepanjang varian baru tidak memunculkan gelombang pandemi yang baru terutama di Indonesia, pertumbuhan ekonomi tidak akan banyak terganggu. 

"Saya perkirakan tidak akan banyak berdampak terhadap perekonomian indonesia. dampaknya akan minimal karena ruang ekonomi masih cukup terbuka", sambungnya. 

Pemerintah saat ini berencana memutuskan menaikan PPKM ke level 2 pada bulan desember dan menjadi level 3 pada libur nataru. 

Dengan tujuan berjaga-jaga agar tidak terjadi lonjakan kenaikan kasus, terlebih mengantisipasi virus varian baru Omicron. 

"Perlu dicatat bahwa kenaikan level PPKM ke level 2 dan level 3 bukan dikarenakan kenaikan kasus tetapi dalam upaya berjaga-jaga mengurangi risiko terjadinya gelombang ke-3, " pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD