AALI
9625
ABBA
0
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1260
ACST
256
ACST-R
0
ADES
2770
ADHI
945
ADMF
7650
ADMG
214
ADRO
1735
AGAR
368
AGII
1515
AGRO
2200
AGRO-R
0
AGRS
202
AHAP
71
AIMS
348
AIMS-W
0
AISA
199
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4020
AKSI
432
ALDO
745
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.90
0.56%
+2.56
IHSG
6128.79
0.26%
+15.68
LQ45
864.31
0.52%
+4.43
HSI
24311.91
-0.77%
-188.48
N225
29437.68
-2.47%
-746.28
NYSE
16328.79
-1.63%
-271.00
Kurs
HKD/IDR 1,831
USD/IDR 14,265
Emas
796,218 / gram

Viral, Dana BST Warga di Karawang Disunat Rp300 Ribu per Orang

ECONOMICS
Nila Kusuma/Kontri
Kamis, 05 Agustus 2021 11:08 WIB
Jumlah uang yang disunat sebesar Rp 300 ribu per orang dari Rp 600 ribu yang diterima warga.
Warga desa Pasirtalaga saat antri menerima BST yang dipotong Rp300 ribu. (Foto: Nila Kusuma)

IDXChannel- Puluhan warga Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, resah karena bantuan sosial tunai (BST) disunat oleh oknum aparat desa. Jumlah uang yang disunat sebesar Rp 300 ribu per orang dari Rp 600 ribu yang diterima warga. Peristiwa pemotongan dana BST menjadi viral setelah sebagian warga buka suara.

Menurut salah seorang pendamping warga,  Roski Angga Wijaya mengatakan alasan pemotongan dana BST yang dilakukan oknum aparat desa yaitu untuk membantu warga yang terpapar covid-19. Setiap warga penerima BST di potong Rp 300 ribu. " Penerima dana BST di Desa Pasirtalaga sebanyak 281 orang. Sebagian besar dipotong, sebagian lagi menolak karena protes," katanya, Kamis (5/8/21).

Roski mengatakan sebelum dilakukan pemotongan warga diminta menandatangani surat pernyataan persetujuan pemotongan untuk warga yang terpapar covid-19. Hanya saja surat tersebut tidak menggunakan kop resmi dari desa. "Sebagian warga menerim karena tidak mau pusing urusan dengan desa. Tapi ada juga warga yang menolak karena pemotongan itu belum di musyawarahkan sebelumnya.

Sementara itu salah seorang warga penerima BST, Ade Munim (42) mengatakan, pemotongan itu belum dimusyawarahkan. Warga penerima BST disuruh  menandatangani surat persetujuan. "Awalnya saya tidak tahu asal tanda tangan aja karena buru-buru mau ngambil uang. Pihak desa juga tidak menjelaskan hanya suruh tanda tangan aja,"kata dia.

Munim berharap kasus pemotongan dana BST bisa diusut tuntas. Dan yang terpenting lagi uangnya bisa segera dikembalikan. "Buat kami uang sebesar itu bermanfaat besar. Makanya kami mohon itu dikembalikan," kata Munim. 

Sementara itu Kepala Desa Pasirtalaga tidak bisa dihubungi sejak kasus pemotongan dana BST ini menjadi viral. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD