AALI
8125
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1310
ACES
1320
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2500
ADHI
730
ADMF
7750
ADMG
240
ADRO
1280
AGAR
400
AGII
1690
AGRO
2630
AGRO-R
0
AGRS
232
AHAP
58
AIMS
426
AIMS-W
0
AISA
222
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
615
AKRA
3510
AKSI
448
ALDO
635
ALKA
234
ALMI
232
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/07/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
449.34
-0.4%
-1.83
IHSG
6106.39
0.08%
+4.70
LQ45
841.82
-0.46%
-3.89
HSI
26192.32
-4.14%
-1129.66
N225
27833.29
1.04%
+285.29
NYSE
16552.38
0.59%
+96.48
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
841,757 / gram

Wapres Minta Menkes Kurangi Tes Covid Pakai Antigen

ECONOMICS
Fahreza Rizky/Okezone
Kamis, 22 Juli 2021 13:01 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengurangi tes covid-19 menggunakan antigen.
Wapres Minta Menkes Kurangi Tes Covid Pakai Antigen

IDXChannel - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengurangi tes covid-19 menggunakan antigen, pasalnya tes rapid antigen ini memiliki positivity rate yang sangat rendah dibandingkan swab Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction atau swab PCR.

“Antigen itu kalau saya amati positivity ratenya rendah, dan saya pernah usulkan disampaikan Menkes supaya jangan terlalu banyak di antigen. Karena itu antigen ini jangan terlalu banyak, karena tingkat positivity ratenya menjadi sangat rendah,” ungkap Ma’ruf dalam video Youtube Wakil Presiden, Kamis (22/7/2021).

Wapres juga ingin tiap daerah mampu menurunkan level penularannya. Semisal daerah yang sebelumnya masuk level empat bisa turun jadi level tiga. "Jangan sampai terjadi sebaliknya. Jadi penting bagaimana menjaga ini," ujarnya.

Selain itu, Ma’ruf Amin juga menyoroti rendahnya penyerapan anggaran penanganan Covid-19, pada saat mengikuti rapat koordinasi dengan kepala daerah se-Jawa Timur secara virtual. Ia meminta agar ini benar-benar dipacu.

"Mohon perhatian tadi yang disampaikan Mendagri banyak yang masih rendah penyerapan anggaran untuk penanganan Covid, karena itu saya minta ini benar-benar dipacu," katanya.

Wapres juga ingin konsolidasi data penanganan Covid-19 terus dilakukan. Jangan sampai ada kepala daerah yang tidak tahu jumlah vaksin yajg masuk ataupun keluar.

"Juga koordinasi tentang berbagai masalah BOR, masalah oksigen di semua kabupaten sehingga bisa dilakukan antisipasi secara lebih cepat," terangnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD