AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Warning! Utang Indonesia Ternyata Melampaui Batas IMF

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Selasa, 07 Desember 2021 20:20 WIB
Berdasarkan data, pandemi Covid-19 telah meningkatkan Defisit, Utang, dan SiLPA yang berdampak pada peningkatan risiko pengelolaan fiskal.
Warning! Utang Indonesia Ternyata Melampaui Batas IMF (FOTO:MNC Media)
Warning! Utang Indonesia Ternyata Melampaui Batas IMF (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali melaporkan adanya tren penambahan utang pemerintah dan biaya  bunga yang melampaui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dan penerimaan negara. 

Berdasarkan data, pandemi Covid-19 telah meningkatkan Defisit, Utang, dan SiLPA  yang berdampak pada peningkatan risiko pengelolaan fiskal.  

Selain itu, indikator kerentanan utang tahun 2020 telah melampaui batas  yang direkomendasikan IMF dan/atau International Debt Relief (IDR) serta indikator kesinambungan fiskal (IKF) 2020 sebesar 4,27% telah  melampaui batas yang direkomendasikan The International Standards of Supreme Audit Institutions (ISSAI) 5411 Debt Indicators yaitu di  bawah 0% 

"Kerentanan utang tahun 2020 telah melampaui batas  yang direkomendasikan IMF dan/atau International Debt Relief (IDR) serta indikator kesinambungan fiskal (IKF) 2020 sebesar 4,27% telah melampaui batas yang direkomendasikan The International Standards of Supreme Audit Institutions (ISSAI) 5411 Debt Indicators yaitu di  bawah 0%," tulis laporan BPK yang dikutip, Selasa (7/12/2021). 

Sebelumnya, BPK melaporkan 14.501  permasalahan senilai Rp8,37 triliun dalam pemeriksaan selama semester I tahun 2021. 

Rinciaan, jumlah tersebut meliputi 6.617 permasalahan kelemahan sistem pengendalian intern (SPI) dan 7.512 permasalahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan senilai Rp8,26 triliun, serta 372

permasalahan ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan senilai Rp113,13 miliar.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD