AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Waspada Serangan Ransomware, Kenali Ciri-cirinya Ini

ECONOMICS
Intan Rakhmayanti
Sabtu, 04 September 2021 13:22 WIB
Ransomware adalah malware yang menargetkan perangkat keras untuk memperoleh informasi berharga pengguna dan mengenkripsi semua yang ditemukannya.
Ilustrasi malware
Ilustrasi malware

IDXChannel - Kejahatan siber saat ini kerapkali terjadi. Anda harus selalu waspada terhadap serangan tersebut, salah satunya Ransomware

Ransomware adalah malware yang menargetkan perangkat keras untuk memperoleh informasi berharga pengguna dan mengenkripsi semua yang ditemukannya. Kemudian mengunci file tersebut.

Selanjutnya, ransomware akan menampilkan pesan yang menuntut pembayaran untuk memulihkan dan mengembalikan data.

Jika korban ransomware membayar tebusan yang diminta, salah satu dari beberapa skenario akan terjadi. Pertama, dalam beberapa kasus, terkadang ransomers mengirimkan kunci dekripsi dengan instruksi.

Kedua di beberapa ransomers hanya mengambil uang korban dan kemudian menghilang. Sementara di beberapa kasus, bahkan para pelaku kejahatan siber tidak dapat memulihkan data meskipun mereka menginginkannya, beberapa ransomware merusak file secara permanen.

Ransomware dapat masuk ke komputer Anda dengan berbagai cara. Misalnya, saat mencolokkan flash drive yang terinfeksi atau mengunduh sesuatu dari situs web yang berbahaya.

Email dengan lampiran berbahaya atau tautan ke situs berbahaya adalah sumber infeksi yang paling umum. Aspek yang paling tidak menyenangkan dari banyak program ransomware adalah kemampuannya untuk menyebar ke seluruh perangkat di jaringan yang sama.

Itu berarti jika desktop rumah Anda terinfeksi malware, kemungkinan juga bisa menginfeksi laptop Anda juga. Dan satu bagian dari ransomware di perangkat kerja dapat menghentikan seluruh komunikasi dalam perusahaan.

Lalu apa yang harus dilakukan jika data sudah terlanjur dienkripsi?

Mengutip Kaspersky dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9/2021), yang utama jangan panik. Sebab meskipun ini situasi yang buruk, bukan tidak mungkin bisa memulihkan file kembali.

Selain itu, jangan pernah membayar tebusan. Setiap bayaran tebusan akan digunakan untuk pengembangan malware di masa depan dan memberikan sinyal kepada para pelaku kejahatan siber bahwa skema tersebut masih menguntungkan.

Bahkan jika membayar tebusan, itu tidak menjamin Anda mendapatkan data kembali. Gunakan layanan Crypto Sheriff di situs web No More Ransom untuk mengetahui malware apa yang telah menginfeksi data Anda.

Sebuah decryptor mungkin sudah tersedia untuk itu, dalam hal ini Anda dapat menggunakannya untuk memulihkan data kembali tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. No More Ransom, yang didukung oleh Europol dan berbagai perusahaan anti kejahatan siber, menampung lusinan decryptors.

Jika tidak dapat menemukan decryptor untuk ransomware yang menyerang Anda, terus lakukan pengecekan, karena mungkin itu selalu dirilis setiap hari. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD