AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Anak Nia Daniaty Dipolisikan Lagi karena Investasi Bodong, Ini Modusnya

ECOTAINMENT
Lintang Tribuana
Senin, 22 November 2021 15:01 WIB
Olivia Nathania kembali dilaporkan ke polisi di tengah statusnya sebagai tersangka dugaan penipuan rekrutmen CPNS.
Olivia Nathania kembali dilaporkan ke polisi di tengah statusnya sebagai tersangka dugaan penipuan rekrutmen CPNS. (Foto: MNC Media)
Olivia Nathania kembali dilaporkan ke polisi di tengah statusnya sebagai tersangka dugaan penipuan rekrutmen CPNS. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Olivia Nathania kembali dilaporkan ke polisi di tengah statusnya sebagai tersangka dugaan penipuan rekrutmen CPNS. Seorang bernama Merina Shanti mengaku sebagai korban penipuan Olivia berkedok investasi pulsa dan fiber optik. 

"Klien saya namanya Merina, dia pelayan di sebuah restoran. Dia kenal sama Nia Daniaty, deket lah," ujar Herdyan Saksono, kuasa hukum terduga korban saat dikonfirmasi wartawan, Senin (22/11/2021). 

Menurut Herdyan, awal mula kliennya mulai diajak bergabung modus investasi ini sekitar September 2021, dimana kabar kasus dugaan penipuan CNPS yang menjerat putri Nia Daniaty itu mulai menyeruak. 

"Dibilang 'ini loh ada peluang investasi di bidang pulsa dan fiber optik dan ada juga pulsa buat Mobile Legend. Kalau kamu Investasi nanti ada pembagiannya,' kaya money game punya dia," lanjutnya. 

Klien Herdyan pun tertarik dengan penawaran itu. Dia mengajak teman-teman lainnya ikut investasi ini dengan mengumpulkan uang lewat rekeningnya dan kemudian dikirim ke Olivia. Awalnya investasi ini memang menghasilkan, tetapi tiba-tiba saja keuntungan itu berhenti. 

"Akhirnya dia kumpulin tuh buat ngirimin ke si Oi. Sampai beberapa hari sih awal-awal ada pencairan hasil tapi selanjutnya ya gelap aja seperti modus investasi bodong lainnya," ujar Herdyan. 

Menurut Herdyan, selain kliennya, ada sekitar 40 orang yang menjadi korban dugaan penipuan putri sang pelantun Gelas-Gelas Kaca. Total kerugiannya mencapai ratusan juta. 

"Nilai kerugiannya enggak besar, cuman Rp215 juta. Tapi untuk klien saya tuh besar karena dia sampai shock dia sampai sakit," imbuhnya. 

Merina akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan atau penggelapan. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/5825/XI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, tanggal 21 November 2021. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD