AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Facebook dan Instagram Hapus Jaringan China, Ternyata Ini Penyebabnya

ECOTAINMENT
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 02 Desember 2021 07:50 WIB
Meta mengatakan Facebook menghapus akun Wilson Edwards pada Agustus dan sejak itu menghapus 524 akun Facebook, 20 Halaman, empat Grup, dan 86 akun Instagram
Facebook dan Instagram Hapus Jaringan China, Ternyata Ini Penyebabnya (FOTO:MNC Media)
Facebook dan Instagram Hapus Jaringan China, Ternyata Ini Penyebabnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pemilik Facebook Meta Platforms Inc telah menghapus akun yang digunakan oleh operasi asal China yang mempromosikan klaim "ahli biologi Swiss" palsu dimana mengatakan bahwa Amerika Serikat ikut campur dalam pencarian untuk asal-usul COVID-19

Dilansir dari Reuters, Kamis (2/12/2021), Meta mengatakan dalam sebuah laporan bahwa kampanye media sosial "sebagian besar tidak berhasil" dan menargetkan pemirsa berbahasa Inggris di Amerika Serikat dan Inggris dan pemirsa berbahasa Cina di Taiwan, Hong Kong dan Tibet. 

Klaim oleh "ahli biologi Swiss" Wilson Edwards dikutip secara luas oleh media pemerintah China pada bulan Juli. Pada bulan Agustus, beberapa surat kabar China menghapus komentar dan menghapus artikel yang mengutip dia setelah kedutaan Swiss di Beijing mengatakan tidak menemukan bukti dia sebagai warga negara Swiss. 

Meta mengatakan Facebook menghapus akun Wilson Edwards pada Agustus dan sejak itu menghapus 524 akun Facebook, 20 Halaman, empat Grup, dan 86 akun Instagram sebagai bagian dari penyelidikannya. Penghapusan tersebut juga menghapus konten yang telah diposting oleh entitas ini. 

"Kami ... dapat menghubungkan aktivitas tersebut dengan individu di daratan Tiongkok, termasuk karyawan perusahaan tertentu di Tiongkok, Sichuan Silence Information Technology Company Limited, serta beberapa individu yang terkait dengan perusahaan infrastruktur negara Tiongkok di seluruh dunia," ucap Kepala gangguan ancaman global Meta David Agranovich kepada Reuters. 

Sichuan Silence Information Technology Co tidak segera menanggapi permintaan komentar. Kementerian luar negeri China dan regulator internet Cyberspace Administration of China juga tidak segera menanggapi permintaan komentar. 

Meta mengatakan tidak menemukan hubungan apapun antara Sichuan Silence Information Technology dan pemerintah China. 

Situs web Silence Information menggambarkan dirinya sebagai perusahaan keamanan jaringan dan informasi yang menyediakan layanan keamanan jaringan untuk kegiatan Kementerian Keamanan Publik China dan CNCERT China, tim koordinasi utama untuk tanggap darurat keamanan siber China. 

Pada 24 Juli, 10 jam setelah pembuatannya, akun Facebook "Wilson Edwards" mengunggah sebuah posting yang mengatakan bahwa dia telah diberitahu bahwa Amerika Serikat berusaha untuk mendiskreditkan kualifikasi para ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia yang bekerja dengan China untuk menyelidiki asal-usul COVID-19. 

Meta mengatakan operator akun menggunakan infrastruktur jaringan pribadi virtual (VPN) untuk menyembunyikan asalnya dan berupaya memberikan Edwards kepribadian yang bulat. 

Postingan asli persona awalnya dibagikan dan disukai oleh akun Facebook palsu, dan kemudian diteruskan oleh pengguna asli, yang sebagian besar milik karyawan perusahaan infrastruktur negara China di lebih dari 20 negara, kata Meta. 

"Ini adalah pertama kalinya kami mengamati operasi yang melibatkan sekelompok pegawai negara yang terkoordinasi untuk memperkuat dirinya dengan cara ini," kata laporan itu. Meta mengatakan tidak menemukan bukti bahwa jaringan tersebut memperoleh daya tarik di antara komunitas asli. 

Media yang dikelola pemerintah China, dari China Daily hingga layanan berita TV CGTN, mengutip postingan Juli secara luas sebagai bukti bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden mempolitisasi WHO. Pemerintah mengatakan penyelidikan bersama WHO-China kurang transparan.  

Asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 hingga kini masih menjadi misteri dan sumber ketegangan antara China, Amerika Serikat, dan negara lain.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD