AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Ada Pandemi Covid, Laba Kimia Farma Malah Merosot 33 Persen

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Kamis, 06 Mei 2021 13:23 WIB
Pandemi covid-19 yang belum kunjung usaha dan membuat kebutuhan kesehatan masyarakat meningkat ternyata tidak membuat kinerja keuangan Kimia Farma moncer.
Ada Pandemi Covid, Laba Kimia Farma Malah Merosot 33 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi covid-19 yang belum kunjung usaha dan membuat kebutuhan kesehatan masyarakat meningkat ternyata tidak membuat kinerja keuangan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) moncer. Justru pada kuartal I-2021, perusahaan obat tersebut malah mencatat penurunan laba hingga 33 persen.

Kimia Farma mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp17,29 miliar atau turun 33,89 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp26,16 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/5/2021), Perseroan mencatatkan penjualan neto sebesar Rp2,30 triliun atau turun 4,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,40 triliun dengan laba per saham dasar Rp2,73.

Adapun penjualan Perseroan terdiri atas penjualan lokal dan penjualan luar negeri. Penjualan lokal yang terdiri atas pihak ketiga lokal dan pihak berelasi menjadi kontributor utama penjualan sebesar Rp2,26 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,35 triliun.

Kemudian, penjualan luar negeri yang terdiri atas garam kina, obat dan alat kesehatan tercatat Rp32,83 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp51,99 miliar.

KAEF mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan di kuartal I-2021 menjadi Rp1,46 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,54 triliun. Beban usaha juga menurun menjadi Rp708,81 miliar dari sebelumnya Rp720,76 miliar. Beban keuangan juga turun menjadi Rp132,20 miliar dari sebelumnya Rp144,36 miliar.

Sementara itu, arus kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi tercatat Rp510,37 miliar, arus kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp86,51 miliar dan arus kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan tercatat Rp27,49 miliar.

Kimia mencatatkan liabilitas sebesar Rp10,34 triliun dan ekuitas Rp7,12 triliun. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp17,46 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp17,56 triliun. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD