AALI
8350
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4320
ACES
610
ACST
183
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
740
ADMF
8275
ADMG
168
ADRO
4130
AGAR
292
AGII
2230
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
106
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
195
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1380
AKSI
312
ALDO
665
ALKA
294
ALMI
388
ALTO
162
Market Watch
Last updated : 2022/10/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
530.69
-0.67%
-3.58
IHSG
7045.59
-0.44%
-31.03
LQ45
1004.02
-0.66%
-6.67
HSI
17849.79
-0.9%
-162.36
N225
27149.76
-0.59%
-161.54
NYSE
14087.38
-1.23%
-174.65
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,185
Emas
835,452 / gram

ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI Malah Bikin Rupiah Tembus Rp15.007 per USD

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 21 Juli 2022 16:19 WIB
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (21/7/2022) melemah 18 poin di level Rp15.007 per USD.
ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI Malah Bikin Rupiah Tembus Rp15.007 per USD (FOTO: MNC Media)
ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI Malah Bikin Rupiah Tembus Rp15.007 per USD (FOTO: MNC Media)

IDXChannel -  Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (21/7/2022) melemah 18 poin di level Rp15.007 per USD. Salah satu penyebab pelemahan ini adalah revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Asian Development Bank (ADB).

Hal tersebut seperti diungkapkan, Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan salah satu faktor pemicu melemahnya mata uang garuda ini, karena ADB menaikkan prakiraan pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia menjadi 5,2 persen.

"Revisi prakiraan pertumbuhan dalam edisi tambahan dari publikasi ternama ADB ini juga selaras dengan naiknya proyeksi pertumbuhan Asia Tenggara. Untuk kawasan ini ADB kini memproyeksikan pertumbuhan 5,0 persen pada 2022, naik dari proyeksi pada bulan April sebesar 4,9 persen," terang Ibrahim dalam rilis hariannya, Kamis (21/7/2022).

Ia menilai, laporan ini memperkirakan inflasi di Indonesia akan lebih tinggi tahun ini yakni sebesar 4,0 persen dibandingkan dengan proyeksi ADB pada  April sebesar 3,6 persen, akibat tingginya harga komoditas. 

Untuk 2023, katanya, ADB memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh 5,3 persen dan inflasi mencapai 3,3 persen.   

Ibrahim menambahkan, peningkatan inflasi menurunkan daya beli rumah tangga, tetapi tingginya harga sejumlah komoditas ekspor utama mendatangkan keuntungan berupa penghasilan ekspor dan pendapatan fiskal.

"Sehingga memungkinkan pemerintah untuk memberi bantuan di tengah kenaikan harga pangan, listrik, dan bahan bakar, sambil tetap mengurangi defisit anggaran," pungkasnya. 

Lebih lanjut dia memprediksi, untuk perdagangan besok, Jumat (22/7) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 14.990 - Rp 15.030.  (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD