AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Alkindo (ALDO) Raih Pendanaan dari BCA Rp472 Miliar

MARKET NEWS
Viola Triamanda/MPI
Jum'at, 24 Juni 2022 15:05 WIB
PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) emiten yang bergerak bisnis kertas dan bahan kimia mendapatkan pendanaan dari BCA sebesar Rp472 miliar.
Alkindo (ALDO) Raih Pendanaan dari BCA Rp472 Miliar (FOTO: Alkindo)
Alkindo (ALDO) Raih Pendanaan dari BCA Rp472 Miliar (FOTO: Alkindo)

IDXChannel - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) emiten yang bergerak bisnis kertas dan bahan kimia mendapatkan pendanaan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar Rp472 miliar.

Melalui anak usaha ALDO yakni PT Eco Paper Indonesia (ECO), dukungan pendanaan BCA tersebut sebagai bentuk dukungan usaha dan investasi di segmen ekonomi sirkular yang menjadi bisnis inti dari ECO. Pendanaan ini juga bertujuan untuk mendukung pengembangan bisnis ECO yang bergerak pada produksi daur ulang kertas. Selain itu pembiayaan hijau ini juga merupakan sebuah kepercayaan terhadap komitmen ALDO dalam pengembangan green product dan green process pada bisnisnya.

Direktur Utama ALDO, H. Sutanto, menyatakan sangat bangga menerima fasilitas pembiayaan hijau dari BCA yang sejalan dengan fokus bisnis ALDO dan ECO pada bisnis Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Dia juga menyatakan pembiayaan yang dilakukan melalui penandatanganan perjanjian dan kesepakatan bersama pada akhir tahun lalu ini diharapkan dapat memperkuat usaha kami dalam mendukung ekonomi sirkular di Indonesia. 

"Adapun BCA dan ECO juga tengah menjajaki kemungkinan kerja sama lanjutan dalam pembiayaan hijau lainnya. Maka kami akan terus berinovasi dalam mengembangkan bisnis berkelanjutan Perusahaan.” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima oleh MPI, Jumat (24/6/2022).

Menurutnya dengan adanya dukungan pembiayaan hijau ini dapat menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan mengembangkan bisnis ALDO khususnya untuk pertumbuhan ekonomi sirkular di Tanah Air. 

"Misalnya, kami dengan menggunakan bahan baku dari ECO sudah membuat paper bag dan paper box ke sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), Food and Beverages (F&B), dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Adanya paper bag dan paper box ini merupakan upaya kami untuk mendorong penggunaan produk- produk ramah lingkungan,” jelas Sutanto.

Baru-baru ini ALDO juga membuat produk kemasan kertas coklat yang ramah lingkungan, yakni Hexa Wrap. Inovasi produk berkelanjutan Hexa Wrap ini merupakan pengganti gelembung plastik (bubble wrap) yang pertama di Indonesia yang terbuat dari kertas coklat (recycled paper) berbentuk struktur sarang lebah. Tujuannya adalah untuk mengurangi sampah plastik di industri e-commerce.

"Ke depan kami berharap dapat terus meningkatkan kinerja kami yang didukung oleh berbagai strategi bisnis berkelanjutan ALDO. Serta, diiringi dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti adanya pembiayaan hijau dari BCA ini, kami optimis dapat terus berkomitmen dalam ESG dan memberikan kinerja yang terbaik,” pungkasnya.

Sebagai informasi pada Kuartal I-2022 ALDO meraih kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 70,8 persen YoY. Pada Kuartal I-2022 ALDO juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp407,3 miliar atau naik 19,6 persen YoY. Hal ini didorong oleh berbagai inovasi berkelanjutan ALDO. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD