Begitu pula dengan kebutuhan logistik dan jasa lainnya yang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah.
"Inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi yang dipicu Perseroan dapat berdampak dengan skala luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat," ujar Uka.
Tak hanya itu, kajian juga mencatat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan pendapatan rumah tangga sebesar Rp67,6 triliun selama periode kajian.
Peningkatan pendapatan ini turut berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan nasional sebesar 0,024 hingga 0,098 poin persentase (atau sekitar 80 ribu hingga 206 ribu orang), serta penurunan tingkat pengangguran nasional sebesar 0,012 hingga 0,069 poin persentase (atau sekitar 29 ribu hingga 90 ribu orang).
Pada sisi fiskal, AMNT juga berkontribusi secara substansial terhadap penerimaan negara. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, total kontribusi fiskal perusahaan, baik pembayaran langsung ke kas negara maupun tidak langsung oleh wajib pajak yang terdampak aktivitas AMNT, yang mencapai Rp39,05 triliun.