Melalui keterkaitan antar sektor dan antar wilayah, rangkaian aktivitas ini menciptakan efek berganda, tidak hanya di wilayah lokasi AMNT, namun juga mencakup keterkaitannya dengan wilayah lainnya.
Uka menjelaskan, bahwa dalam kajian ini ditemukan fakta terkait aktivitas AMNT yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan output, pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, serta penguatan posisi fiskal dan neraca eksternal Indonesia.
Sepanjang periode kajian, kontribusi AMNT terhadap pembentukan PDB nasional mencapai Rp173,4 triliun, atau rata-rata Rp24,8 triliun per tahun, setara sekitar 0,13 persen dari PDB, atas dasar harga berlaku nasional tahun 2024.
Selain kontribusi makro, kajian juga menunjukkan dampak sosial ekonomi yang luas, di mana kegiatan usaha AMNT berperan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.
"Temuan kajian menunjukkan bahwa kontribusi AMMAN tidak hanya terlihat pada angka-angka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas," ujar Uka.
Dikatakan Uka, kegiatan operasional AMNT telah menciptakan rangkaian efek berganda yang luas, misalnya terkait kebutuhan penyediaan makanan bagi ribuan karyawan turut menghidupkan usaha para petani, peternak, dan penyedia bahan pangan lokal.