AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1370
ACES
1275
ACST
196
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
186
ADRO
2300
AGAR
364
AGII
1430
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
168
AHAP
71
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
795
ALDO
1365
ALKA
308
ALMI
290
ALTO
250
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.01
1.04%
+5.23
IHSG
6690.56
0.96%
+63.69
LQ45
953.17
1.04%
+9.83
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Analis Ungkap Saham Ritel Masih Menjanjikan hingga Akhir 2021, Berikut Rekomendasinya

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Senin, 08 November 2021 14:58 WIB
Analis ungkap potensi saham ritel yang masih menjanjikan hingga dua bulan terakhir 2021.
Analis Ungkap Saham Ritel Masih Menjanjikan hingga Akhir 2021, Berikut Rekomendasinya(Dok.MNC Media)
Analis Ungkap Saham Ritel Masih Menjanjikan hingga Akhir 2021, Berikut Rekomendasinya(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Potensi saham ritel dalam dua bulan terakhir tahun 2021 dinilai para analis masih jadi peluang bagi investor, mengingat jumlah penduduk Indonesia mencapai 220 juta jiwa lebih.

Saham ritel yang menarik untuk disimak diantaranya Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) hingga PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Menurut Analis NH Korindo Sekuritas, Putu Chantika, saham ERAA dengan demand-nya ini sangat dibutuhkan saat penjualan dari handphone hingga kuartal III tercatat positif. Momentumnya juga cukup bagus di tengah pandemi dan menjadi salah satu 'key driver' untuk pendapatan dari Era Jaya.

Kinerja saham ERAA pun dapat tumbuh positif jika dilihat dari peningkatan harga jual rata-rata. Hal itu karena ERAA menjual salah satu brand Apple yang menargetkan premium market.

"Di tengah era pandemi, mereka justru cukup tidak terpengaruh, dibandingkan dengan segmen yang di bawahnya. Sementara dilihat dari volume penjualannya itu tercatat mengalami peningkatan. Dari sini kita bisa melihat memang di tengah pandemi ada peritel yang kinerjanya cukup bagus," katanya, Senin (8/11/2021).

Dari ERAA, Putu melihat saham AMRT juga masih menarik. Sebab keuntungan dari AMRT adalah lokasinya yang strategis dan biasanya dekat dengan residensial atau tempat tinggal, sehingga masyarakat lebih mudah untuk mengaksesnya.

"Sementara performancenya juga sangat bagus, tahun 2020 cukup resilient di tengah pandemi. Selain itu, dengan AMRT memiliki platform digital juga membantu masyarakat tidak harus pergi atau berbelanja ke tokonya langsung. Ini memudahkan masyarakat melakukan pembelanjaan," ujar dia.

Selain AMRT, saham MPPA dinilai punya prospek cemerlang kedepan karena kinerjanya dikatakan cukup bagus selama pandemi.

"MPPA ini sebenarnya cukup bagus. Terlebih jika kita lihat mereka menaungi seperti Hypermart, Matahari, masih emiten dari Lippo Group juga," kata Putu.

Menurut Putu, apalagi strategi dari MPPA ini mengembangkan platform digital dan bekerja sama dengan e-commerce seperti Tokopedia, GrabMart, dan Shopee. Ini sangat membantu saham sektor ritel, meskipun jam operasional dibatasi, penjualan online ini mencatatkan pertumbuhan.

Senada, Analis RHB Sekuritas, Michael Setjoadi juga memasang sikap bullish untuk MPPA. Terlebih, setelah perusahaan mengumumkan kerjasama dengan HappyFresh.

"Kerjasama ini akan menguntungkan MPPA karena memiliki peluang untuk memperluas basis pelanggan dan menopang penjualan di kuartal empat," katanya.

Terakhir untuk saham ACES, Analis Panin Sekuritas Rendy Wijaya dalam risetnya menuliskan, perbaikan kinerja ACES tidak terlepas dari meredanya kasus positif harian Covid-19 Pelonggaran PPKM pada akhirnya membuat mobilitas masyarakat meningkat dan menjadi katalis positif untuk kinerja ACES.

“Same Sales Store Growth (SSSG) juga tercatat membaik di mana untuk bulan September berada di level -12,6% YoY dibanding bulan Agustus yang -30,4% YoY. Sementara hingga kuartal III-2021 SSSG tercatat di level -10,3% YoY (8M21: -16,0% YoY),” ujar Rendy dalam risetnya.

Rendy juga melihat pihak ACES cenderung mengambil langkah ekspansi yang lebih konservatif di tengah pandemi Covid-19. Per akhir September lalu, ACES telah membuka 8 gerai baru dan terdapat 1 penutupan gerai sehingga net opening stores tercatat sebanyak 7 gerai. Pencapaian ini mendekati target dari manajemen sebanyak 10 gerai baru hingga akhir 2021.

Menurutnya, seiring dengan kasus Covid-19 yang lebih fluktuatif di 2021, pembukaan gerai sepanjang tahun ini lebih konservatif dibandingkan 2020 lalu di mana sepanjang 2020 lalu tercatat terdapat pembukaan 17 gerai baru.

Lebih lanjut, Rendy melihat selama rendahnya kasus positif ini dapat dipertahankan hingga kuartal IV-2021, maka kinerja ACES juga akan cenderung pulih. Hanya saja, jika untuk kinerja di 2021, ia perkirakan akan tercatat menurun dibanding dengan pencapaian di 2020.

Sejalan dengan hal ini, Rendy pun menurunkan estimasi pendapatan dan laba bersih ACES di 2021 sebesar 23,2% dan 19,3% menjadi masing-masing Rp6,89 triliun dan Rp 757 miliar. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD