AALI
9950
ABBA
294
ABDA
7000
ABMM
1370
ACES
1280
ACST
196
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
845
ADMF
7600
ADMG
189
ADRO
2300
AGAR
364
AGII
1435
AGRO
1335
AGRO-R
0
AGRS
160
AHAP
70
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
800
AKSI
805
ALDO
1365
ALKA
308
ALMI
290
ALTO
252
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.00
0.84%
+4.23
IHSG
6679.57
0.8%
+52.70
LQ45
951.44
0.86%
+8.10
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Saham Bank Mini Kompak Melesat Jelang Window Dressing

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 08 November 2021 13:13 WIB
Saham dari emiten bank-bank mini terpantau mengalami kenaikan cukup signifikan pada sesi perdagangan (8/11).
Saham Bank Mini Kompak Melesat Jelang Window Dressing (Dok.MNC Media)
Saham Bank Mini Kompak Melesat Jelang Window Dressing (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah saham bank-bank mini terpantau mengalami kenaikan cukup signifikan alias kompak beterbangan pada sesi pertama perdagangan, Senin (8/11/2021).

Sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 6.627,579, kenaikan emiten perbankan terlihat dari indeks sektor keuangan yang melesat 1,81%.

Selain akumulasi beli yang cukup signifikan dari investor, kenaikan emiten perbankan kemungkinan didorong oleh persiapan para manajer investasi untuk mempercantik portfolio laporan keuangan mereka atau yang dikenal sebagai strategi window dressing.

Analis memastikan window dressing bakal terjadi pada akhir tahun 2021 dan memicu pergerakan sektoral sejumlah emiten, salah satunya sektor tersebut.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Mino mencermati agenda window dressing dapat menjadi sentimen positif bagi emiten perbankan.

"Dari efek window dressing tentunya sektor ini (perbankan) juga berpeluang mendapat sentimen positif mengingat emiten di sektor ini menjadi salah satu komponen portofolio manajer investasi sehingga berpeluang dipercantik menjelang akhir tahun," kata Mino saat dihubungi MNC Portal, Selasa (2/11) lalu.

Jalannya pemulihan ekonomi nasional juga memberi dampak signifikan bagi penyaluran kredit serta kualitas aset perbankan, kendati tekanan inflasi masih menjadi tantangan di masa depan.

Namun, kebutuhan atas window dressing dinilai bakal meningkatkan harga saham sehingga investor bisa mencetak keuntungan yang lebih besar.

"Ke depan kita prediksi masih akan positif seiring proses pemulihan ekonomi yang diikuti oleh mulai berangsur-angsur naiknya penyaluran kredit, kualitas aset juga diprediksi akan membaik seiring meningkatnya daya beli masyarakat," pungkasnya.

Berikut sejumlah emiten bank-bank mini yang kompak terbang pada sesi pertama (8/11):

1. PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), 25,52% ke Rp182

2. PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), 24,87% ke Rp1205  

3. PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), 24,52% ke Rp2590.

4. PT Bank Ganesha Tbk (BTGT), 17,95% ke Rp230.

5. PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC), 11,72% ke Rp286.

6. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), 11,59% ke 154.

7. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), 11,23% ke Rp7675.

8. PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), 10,19% ke Rp238.

9. PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), 9,52% ke Rp276.

10. PT Bank Neo Commere Tbk (BBYB), 8,93% ke Rp1585.

11. PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), 8,82% ke Rp925

12. PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW), 6.52% ke Rp196.

13. PT Bank Jago Tbk (ARTO), 5,93% ke Rp16.075.

14. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), 4,53% ke Rp2540.

15. PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS), 4,32% ke 1450


(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD